Akses Tering Lumpuh, Jalan Rusak dan Semenisasi Terhenti
Kerusakan jalan dan proyek semenisasi yang belum rampung di Linggang Purworejo menghambat aktivitas warga dan membahayakan pengguna jalan.
KUTAI BARAT– Kerusakan parah dan proyek semenisasi yang tak kunjung rampung di kawasan Rapak, Kampung Linggang Purworejo, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), kian menghambat mobilitas warga. Jalan yang menjadi akses utama menuju Kantor Kecamatan Tering itu dilaporkan rusak sejak lama dan hingga kini belum mendapat penanganan serius, meski telah diusulkan berulang kali sejak 2018.
Ruas jalan tersebut merupakan jalur vital masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga pelayanan publik. Namun, kondisi jalan yang dipenuhi lubang, genangan air, serta sebagian masih berupa tanah kuning membuat pengguna jalan, terutama pengendara roda dua, menghadapi risiko kecelakaan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan terjadi hampir di seluruh ruas jalan. Saat musim hujan, kondisi semakin memburuk karena jalan menjadi becek dan licin, sehingga sulit dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
Kepala Desa (Kades) Linggang Purworejo menyampaikan bahwa pemerintah desa telah berulang kali mengusulkan perbaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). “Ya, itu kalau menurut kami, karena kami sudah selalu berupaya mengenai jalan tersebut, jalan rapa itu. Kita sudah berupaya berapa musawarah, musrembang, ada kabupaten kita selalu untuk ngusulkan setiap tahun dan setiap tahun kita usulkan mulai dari tahun 2018 sampai sekarang juga belum ada tanggapan dari pemerintah di daerah,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Jumat (17/04/2026).
Ia menambahkan, laporan kerusakan jalan hampir diterima setiap hari dari masyarakat dan terus dimasukkan dalam skala prioritas pembangunan desa. “Ya kalau untuk menerima ya setiap hampir setiap hari ya kita terima laporan tersebut tapi kita kan sudah dimasukkan ke setiap tahun kita setiap skala prioritas lah untuk memasukkan usulan ke pemerintah daerah tersebut,” katanya.
Menurut Kades, perbaikan jalan pernah dilakukan, namun hanya bersifat sementara dan tidak menyeluruh. Bahkan, masyarakat sempat melakukan perbaikan secara swadaya melalui gotong royong untuk menjaga kelayakan akses tersebut.
Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama bagi desa untuk melakukan pembangunan secara mandiri. Ia menyebut Dana Desa (DD) yang tersedia tidak mencukupi untuk membiayai perbaikan jalan berskala besar. “Kalau pemerintah desa dengan anggaran yang sekarang itu dana desa yang pemangkasan luar biasa ini tidak memungkinkan untuk melaksanakan hal seperti itu,” jelasnya.
Sementara itu, Petinggi Kampung Linggang Purworejo, Slamet, mengungkapkan bahwa proyek semenisasi jalan di kawasan tersebut sebelumnya direncanakan menggunakan skema pendanaan multiyears. Namun, hingga kini proyek belum dapat dilanjutkan. “Kalau menurut rencana sebelumnya, itu menggunakan dana multiyears. Sekarang sudah terjadi pergantian pemimpin, jadi mudah-mudahan ke depan bisa dilanjutkan kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah kampung telah berulang kali mengajukan proposal pembangunan, namun belum mendapat kepastian dari pemerintah daerah. “Kendala utamanya kita terus mengajukan proposal, tapi belum ada respons yang jelas. Dana juga belum disetujui dari pemerintah daerah,” tambahnya.
Menurut Slamet, kondisi jalan yang belum selesai memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, terutama saat musim hujan. “Dampaknya sangat terasa, apalagi saat hujan. Jalan jadi becek dan sulit dilewati,” ungkapnya.
Sebagai langkah sementara, pemerintah desa melakukan penanganan terbatas seperti pemasangan gorong-gorong di beberapa titik untuk mengurangi genangan air. Namun, langkah tersebut dinilai belum mampu mengatasi kerusakan secara menyeluruh.
Kades menegaskan bahwa status jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar, sehingga desa hanya dapat mengusulkan dan menunggu realisasi pembangunan. “Ini harapan kami, ya mohonlah, mohon segera mungkin itu dibangun atau direalisasi mengenai usulan-usulan kita yang sudah kita ajukan,” katanya.
Warga berharap Pemkab Kubar segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki dan melanjutkan pembangunan jalan tersebut, mengingat fungsinya yang sangat penting dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah Tering. []
Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum
