APERTI BUMN Hadirkan Beasiswa 2026, Fokus Cetak Lulusan Siap Kerja

BANDUNG – Aliansi Perguruan Tinggi Badan Usaha Milik Negara (APERTI BUMN) membuka 312 kuota Beasiswa APERTI BUMN 2026 untuk calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Program ini difokuskan untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan lulusan yang memiliki kesiapan kerja, kemampuan berwirausaha, dan daya saing di sektor industri.

Peluncuran program dilakukan di Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI), Senin (25/05/2026). Pemilihan ULBI menjadi lokasi peluncuran dinilai strategis karena kampus tersebut konsisten mengembangkan pendidikan pada bidang logistik dan bisnis internasional yang berkaitan erat dengan kebutuhan industri nasional.

Ketua APERTI BUMN, Iwa Garniwa, mengatakan program itu dirancang sebagai jawaban atas tantangan pendidikan tinggi, mulai dari tingginya biaya kuliah, keterbatasan akses bagi pelajar daerah, hingga kesenjangan antara kurikulum dan kebutuhan industri.

“Melalui program Beasiswa APERTI ini, kami hadir untuk menjawab tantangan tersebut. Beasiswa ini diberikan khusus kepada calon mahasiswa yang mendaftar di perguruan tinggi anggota APERTI, dengan tujuan meringankan beban biaya, membuka peluang, dan memastikan lulusan siap kerja, siap berwirausaha, serta mampu bersaing,” ujar Iwa Garniwa saat memberikan sambutan pada peluncuran program beasiswa, sebagaimana diberitakan Rri, Senin (25/05/2026).

Menurut Iwa, seleksi penerima tidak hanya mempertimbangkan prestasi akademik, tetapi juga kondisi finansial calon mahasiswa agar bantuan pendidikan tepat sasaran.

“Akademik harus kuat, tetapi kemampuan finansial juga menjadi pertimbangan karena ini adalah beasiswa. Intinya, kami ingin menghasilkan talenta yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi dunia kerja,” ucapnya.

Program beasiswa APERTI yang mulai digelar sejak 2019 terus menunjukkan peningkatan jumlah pendaftar dan kuota penerima. Tahun ini, total kuota mencapai 312 kursi dari enam perguruan tinggi anggota APERTI BUMN.

“Kami akan terus meningkatkan peluang bagi calon mahasiswa untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Rektor ULBI, I Nyoman Pujawan, mengatakan kampusnya menyediakan 53 kuota beasiswa yang terdiri atas skema penuh dan parsial.

“Kalau full, biaya kuliah sepenuhnya ditanggung. Kalau parsial, ada pengurangan biaya DPP atau SPP. Tahun lalu peminatnya sekitar 17 ribu orang untuk memperebutkan sekitar 300 kuota, jadi sangat kompetitif,” katanya.

Selain Beasiswa APERTI, ULBI juga memiliki sejumlah program bantuan pendidikan lain, termasuk beasiswa prestasi, beasiswa mahasiswa internasional, dan jaminan kerja setelah lulus di perusahaan induk. Menurut Nyoman, program ini menjadi alternatif pendidikan berkualitas di tengah tingginya persaingan masuk perguruan tinggi negeri.

“Hari ini menjadi momen penting bagi siswa di seluruh Indonesia karena pengumuman UTBK. Peluang masuk perguruan tinggi negeri sangat terbatas, sehingga APERTI hadir sebagai alternatif yang berkualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan enam perguruan tinggi anggota APERTI BUMN memiliki fokus berbeda, mulai dari energi, teknologi informasi, logistik, hingga industri semen.

“Seluruhnya memiliki tujuan yang sama, yakni mendukung kemajuan bangsa melalui pendidikan,” tandasnya.

Rincian kuota beasiswa 2026 meliputi Universitas Insan Cita (UIC) sebanyak 40 kuota, Telkom University 55 kuota, Universitas Pertamina 15 kuota, Institut Teknologi Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebanyak 105 kuota, ULBI 53 kuota, dan Politeknik Semen Indonesia sebanyak 44 kuota.

Program ini diperuntukkan bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah (MA), atau sederajat lulusan 2025 dan 2026. Pendaftar wajib melampirkan nilai rapor semester 1 hingga semester 5, sertifikat prestasi akademik maupun nonakademik, serta mendaftar melalui laman penerimaan mahasiswa baru kampus tujuan. Setiap peserta hanya diperbolehkan memilih satu perguruan tinggi. Program tersebut diharapkan memperluas kesempatan pendidikan tinggi sekaligus mencetak talenta yang sesuai kebutuhan industri nasional. []

Penulis: Atep Burhanudin | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *