Bali Expo 2026 Perluas Kesempatan UMKM Jangkau Pasar Baru
DENPASAR – Sebanyak 58 pelaku usaha dari berbagai sektor mengikuti Bali Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 di Denpasar, Bali, Sabtu (10/10/2026), untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok penyelenggaraan haji dan umrah.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang promosi sekaligus sarana untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pihak-pihak yang berpotensi mendukung pengembangan bisnis mereka. Upaya ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar produk lokal dan meningkatkan kontribusi UMKM dalam memenuhi kebutuhan jemaah.
Menteri Haji dan Umrah bersama Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) mengunjungi sejumlah peserta pameran atau tenant. Dalam kunjungan tersebut, keduanya melihat produk yang ditawarkan dan berdialog langsung dengan pelaku usaha mengenai potensi pengembangan bisnis mereka.
Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi menilai, kesempatan memperkenalkan produk kepada pihak yang berpotensi mendukung pengembangan usaha menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan tersebut.
“Kami ingin pelaku usaha tidak hanya hadir untuk memamerkan produknya, tetapi juga mendapatkan perhatian, ruang untuk berkembang, dan kesempatan memperkenalkan potensi usahanya kepada lebih banyak pihak,” ujar Jaenal, sebagaimana diberitakan Haji, Sabtu, (10/10/2026).
Ia menjelaskan, produk UMKM berpeluang masuk ke dalam rantai pasok haji dan umrah apabila dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pasar. Karena itu, pelaku usaha perlu meningkatkan kualitas produk dan daya saing agar dapat memenuhi kebutuhan jemaah maupun sektor usaha yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji dan umrah.
“Setiap produk memiliki potensi untuk dikembangkan. Kami berharap pelaku usaha dapat terus meningkatkan kualitas dan daya saing produknya sehingga memiliki kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” tegas Jaenal.
Keikutsertaan 58 peserta dari beragam sektor usaha dalam Bali Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 menunjukkan beragamnya produk dan layanan yang berpotensi dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.
Melalui kegiatan ini, Kemenhaj berupaya mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya berorientasi pada promosi, tetapi juga mempersiapkan produk sesuai kebutuhan pasar. Pengembangan kualitas dan daya saing menjadi faktor penting agar peluang yang terbuka melalui ekosistem ekonomi haji dan umrah dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. []
Redaksi01
