Bank Indonesia dan Bank Kalsel Perkuat Ekosistem Transaksi Digital Lewat QRIStival
BANJARMASIN – Percepatan digitalisasi transaksi di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus diperluas melalui Banua QRIStival 2026 yang mendorong peningkatan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), dengan jumlah pengguna di Kalsel kini mencapai sekitar 832 ribu orang dan 560 ribu merchant.
Kegiatan yang digelar di kawasan Siring Nol Kilometer Banjarmasin itu menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalsel bersama Bank Kalsel dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital di daerah.
Puncak Banua QRIStival 2026 berlangsung pada Minggu (24/05/2026) dan dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel Subhan Noor Yaumil. Ribuan warga dari Banjarmasin dan wilayah sekitarnya ikut meramaikan rangkaian kegiatan tersebut.
Acara diawali dengan jalan santai atau fun run yang melintasi kawasan Siring Nol Kilometer, Jalan A Yani, Jalan Djok Mentaya, Jalan RE Martadinata, hingga Jalan Lambung Mangkurat sebelum kembali finis di titik awal.
Setelah fun run, kegiatan dilanjutkan dengan hiburan rakyat, edukasi transaksi digital, aktivitas kreatif, bazar kuliner, hingga pengundian hadiah yang dirancang untuk memperluas literasi keuangan digital masyarakat.
Dalam sambutannya, Subhan Noor Yaumil menilai penggunaan QRIS menjadi salah satu instrumen penting dalam mempermudah transaksi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital daerah.
“Pembayaran melalui QRIS memiliki banyak keunggulan, di antaranya praktis, cepat, universal karena satu kode dapat digunakan untuk berbagai aplikasi pembayaran, serta lebih aman,” ujar Subhan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel Fadjar Majardi mengatakan tren penggunaan QRIS di Kalsel terus menunjukkan pertumbuhan positif, baik dari sisi pengguna maupun transaksi.
Hingga kini, total transaksi digital melalui QRIS di Kalsel tercatat mencapai 24,7 juta transaksi. Capaian itu menjadi indikator meningkatnya adaptasi masyarakat dan pelaku usaha terhadap sistem pembayaran non-tunai.
“Pertumbuhan transaksi digital melalui QRIS terus meningkat. Kami akan terus mendorong perluasan penggunaan QRIS agar pemanfaatannya semakin luas di Kalimantan Selatan,” kata Fadjar, sebagaimana dilansir Antara, Senin, (25/05/2026).
Ia menambahkan, Banua QRIStival 2026 tak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga sarana memperkuat literasi keuangan digital serta mempercepat transformasi sistem pembayaran di daerah.
Selain promosi QRIS, kegiatan juga menghadirkan berbagai agenda budaya seperti lomba band musik tradisional kontemporer khas Kalsel, lomba tari kreasi, permainan tradisional, hingga fashion show sasirangan sebagai upaya menggabungkan edukasi digital dengan pelestarian budaya lokal. []
Penulis: Latif Thohir | Penyunting: Redaksi01
