Baru 75 Gerai KDKMP Beroperasi di Sultra, Catat 1.055 Transaksi
KENDARI – Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih berada pada tahap awal pengembangan. Hingga Juli 2026, baru 75 gerai yang telah beroperasi dengan total 1.055 transaksi senilai Rp25,22 juta, sementara ribuan koperasi lainnya masih dalam proses penyiapan infrastruktur, administrasi, dan kemitraan usaha.
Data tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sultra, Iman Widhiyanto, di Kendari, Selasa (04/08/2026). Ia menjelaskan bahwa nilai transaksi yang tercatat berasal dari aktivitas penjualan berbagai kebutuhan pokok dan energi bersubsidi selama gerai mulai beroperasi hingga Juli 2026.
“Penjualan itu didominasi oleh komoditas kebutuhan pokok serta energi bersubsidi, antara lain beras medium SPHP, Minyakita, gula, dan LPG 3 kilogram,” kata Iman Widhiyanto, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (04/08/2026).
Meski telah mencatat aktivitas perdagangan, penyebaran transaksi KDKMP di Sultra masih belum merata. Lebih dari 99 persen transaksi masih terkonsentrasi di Kota Kendari, sedangkan sebagian besar kabupaten dan kota lainnya belum menunjukkan aktivitas ekonomi yang signifikan.
Menurut Iman, dari total 2.273 KDKMP yang telah terbentuk di 17 kabupaten/kota di Sultra, baru 75 gerai yang mulai beroperasi sejak Juli 2026. Kondisi tersebut menyebabkan manfaat ekonomi program masih terkonsentrasi di wilayah tertentu.
“Dari total 2.273 KDKMP yang telah terbentuk dan tersebar di 17 kabupaten/kota se-Sultra, baru 75 gerai yang mulai beroperasi pada Juli 2026 sehingga aktivitas ekonomi masyarakat masih terbatas di beberapa wilayah,” ujarnya.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur gerai terus berlangsung. Kanwil DJPb Sultra mencatat sebanyak 218 gerai telah selesai dibangun sepenuhnya, sementara 572 gerai lainnya masih dalam tahap konstruksi. Dengan demikian, sebanyak 790 gerai atau sekitar 34,8 persen dari total yang direncanakan telah rampung maupun sedang dibangun.
Untuk mendukung keberlangsungan usaha, ratusan koperasi juga mulai membangun jaringan pasokan dengan berbagai badan usaha milik negara. Hingga kini, sebanyak 303 KDKMP telah mengajukan permohonan kemitraan kepada PT Pertamina, Perum Bulog, dan ID FOOD guna menjamin ketersediaan barang dagangan di gerai.
“Untuk memperkuat ketersediaan pasokan barang di gerai, sebanyak 303 KDKMP telah mengajukan permohonan kemitraan kepada sejumlah badan usaha strategis, seperti Pertamina, Bulog, dan ID FOOD,” ungkap Iman Widhiyanto.
Selain mempercepat pembangunan fisik, sebagian besar KDKMP di Sultra saat ini masih memfokuskan upaya pada penyelesaian legalitas dan administrasi usaha, penyiapan gerai, penyempurnaan model bisnis, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta integrasi ke dalam rantai pasok dan pasar. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas aktivitas ekonomi koperasi sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih merata di seluruh wilayah Sultra. []
Redaksi01
