BBM Nonsubsidi Resmi Naik, Konsumen Diminta Waspada Tarif

Jakarta, Indonesia - May 30, 2019: Gas station in rest area, located on Cipularang KM 19 toll road, Jakarta.

JAKARTA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diberlakukan PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga sejak 18 April 2026 memunculkan perbedaan tarif antarwilayah, sehingga konsumen diminta lebih cermat memantau harga sesuai lokasi.

Penyesuaian tarif tersebut menyasar tiga produk utama, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, yang kini mengalami kenaikan di seluruh jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) nasional. Kebijakan ini menjadi bagian dari penyesuaian harga energi yang dipengaruhi faktor distribusi, logistik, serta Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah.

Di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, harga BBM masih menjadi acuan nasional. Untuk periode per 24 April 2026, harga Pertalite ditetapkan Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.300, Pertamax Turbo Rp19.400, Pertamax Green 95 Rp12.900, Dexlite Rp23.600, dan Pertamina Dex Rp23.900.

Tarif tersebut juga berlaku di sejumlah wilayah Pulau Jawa lainnya, termasuk Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur, serta Bali dan Nusa Tenggara Barat. Namun, di luar wilayah tersebut, harga BBM menunjukkan variasi.

Berdasarkan data resmi PT Pertamina Patra Niaga sebagaimana dilansir Money, Jumat, (24/04/2026), harga BBM di Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, Jambi, dan Lampung untuk Pertamax mencapai Rp12.600 per liter, sementara Pertamax Turbo Rp19.850, Dexlite Rp24.150, dan Pertamina Dex Rp24.450.

Di wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat, harga cenderung lebih tinggi, dengan Pertamax Rp12.900 dan Pertamax Turbo Rp20.250 per liter. Sementara itu, wilayah Free Trade Zone (FTZ) seperti Batam dan Sabang justru mencatat harga lebih rendah dibandingkan daerah lain.

Untuk kawasan Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur (Kaltim), harga Pertamax berada di angka Rp12.600, Pertamax Turbo Rp19.850, Dexlite Rp24.150, dan Pertamina Dex Rp24.450. Adapun di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, harga sedikit lebih tinggi.

Sementara itu, wilayah Sulawesi dan Maluku mencatat harga yang relatif serupa dengan Kalimantan, sedangkan Papua dan Papua Barat menunjukkan variasi lebih besar, termasuk keterbatasan ketersediaan beberapa jenis BBM.

Di sisi lain, BBM bersubsidi dan penugasan seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan harga, masing-masing tetap Rp10.000 dan Rp6.800 per liter di seluruh Indonesia.

Perbedaan harga ini menegaskan bahwa faktor geografis dan kebijakan daerah berpengaruh besar terhadap harga energi di tingkat konsumen. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin memantau pembaruan tarif melalui aplikasi MyPertamina atau kanal resmi perusahaan agar memperoleh informasi yang akurat sesuai wilayah masing-masing.[]

Penulis: Salsabila Putri | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *