Beban APBD Membengkak, DPRD Usulkan Komersialisasi Stadion

ADVERTORIAL – Anggaran pemeliharaan dua stadion megah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali menjadi sorotan. Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi, mengingatkan agar pengelolaan Stadion Utama Palaran dan Stadion Kadrie Oening Sempaja tidak selamanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, skema mandiri perlu diterapkan agar beban keuangan daerah berkurang. Ia menilai potensi dua stadion itu cukup besar jika dikelola secara profesional dengan orientasi bisnis. “Harapannya kedua kompleks stadion utama Palaran dan kompleks Gelora stadion Madya mampu mendapatkan dana secara mandiri terutama dalam aspek pemeliharaannya, tapi hingga hari ini jangankan pemeliharaan gedung baru pemeliharaan halaman saja itu, kita sudah mengalami ketimpangan anggaran,” ujar Darlis di Samarinda, Kamis (28/08/2025).
Darlis mengungkapkan adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan dan dana yang disediakan. Dari pengajuan Dispora Kaltim sebesar Rp6 miliar, yang direalisasikan hanya Rp4 miliar. “Dispora Kaltim mendapatkan anggaran kurang lebih hanya sekitar Rp4 miliar, tapi pemeliharaan halamannya saja atau kebersihan itu dibutuhkan anggaran Rp6 miliar dan itu belum pemeliharaan gedung,” kata wakil rakyat asal Samarinda tersebut.
Ia mencontohkan beberapa daerah lain yang berhasil mandiri dalam pemeliharaan stadion. Salah satunya Provinsi Sumatera Selatan, yang mampu mengelola stadion tanpa membebani anggaran daerah secara berlebih.
“Supaya Dispora yang mengelola dua kompleks stadion itu untuk bisa bagaimana berpikir komersil sehingga bisa mengurangi beban APBD terhadap pemeliharaan dua komplek stadion ini, karena di beberapa daerah itu bisa seperti Sumatera Selatan mereka bisa mandiri tidak membebani APBD provinsinya dalam pengelolaan atau pemeliharaan stadionnya,” jelasnya.
Dengan demikian, Darlis menegaskan perlunya inovasi dalam pengelolaan fasilitas olahraga, agar keberadaan stadion bukan hanya simbol, melainkan aset produktif yang memberi manfaat luas tanpa menguras kas daerah. []
Penulis: Selamet | Penyunting: Aulia Setyaningrum