BEI Resmi Ubah Komposisi IDX30, DEWA Gantikan PTBA Mulai 3 Agustus

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memberlakukan komposisi terbaru Indeks IDX30 untuk periode 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026. Perubahan tersebut ditandai dengan masuknya saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menggantikan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), disertai penyesuaian bobot sejumlah saham berkapitalisasi besar sebagai bagian dari proses rebalancing indeks.

Kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan dana investasi, khususnya dari produk investasi pasif seperti reksa dana indeks dan exchange traded fund (ETF) yang menjadikan IDX30 sebagai acuan dalam penyusunan portofolio. Informasi tersebut sebagaimana dilansir Kontan, Senin (03/08/2026).

Indeks IDX30 merupakan indeks yang berisi 30 saham dengan tingkat likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta fundamental yang dinilai baik. Oleh karena itu, setiap perubahan konstituen maupun bobot saham biasanya diikuti penyesuaian kepemilikan oleh investor institusi dan manajer investasi.

Dalam evaluasi mayor kali ini, DEWA resmi menjadi anggota baru IDX30 dengan bobot awal sebesar 0,78 persen. Sebaliknya, PTBA tidak lagi menjadi bagian dari indeks tersebut. Masuknya DEWA diperkirakan meningkatkan perhatian pelaku pasar karena saham yang masuk ke dalam indeks acuan umumnya memperoleh tambahan permintaan dari dana investasi berbasis indeks.

Pada perdagangan Jumat (31/07/2026), saham DEWA ditutup pada level Rp460 atau menguat 2,22 persen dibandingkan hari sebelumnya. Dalam satu bulan terakhir, saham emiten tersebut telah melonjak 46,50 persen atau naik 146 poin.

Di sisi lain, saham PTBA ditutup pada harga Rp2.320 atau terkoreksi 1,28 persen secara harian. Meski demikian, dalam periode satu bulan terakhir saham perusahaan tersebut masih mencatat kenaikan sekitar 0,43 persen.

Selain perubahan konstituen, BEI juga menerapkan penyesuaian bobot terhadap sejumlah saham utama. Bobot PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diturunkan menjadi 15 persen dari sebelumnya 16,62 persen. Penyesuaian serupa dilakukan terhadap PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang kini berbobot 15 persen dari sebelumnya 15,76 persen sebagai implementasi batas maksimum (capping) 15 persen pada setiap saham dalam indeks.

Sementara itu, bobot PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) meningkat menjadi 12,87 persen, sedangkan bobot PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) disesuaikan menjadi 8,66 persen. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga diversifikasi indeks agar tidak terlalu terkonsentrasi pada beberapa saham dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Perubahan komposisi IDX30 diperkirakan berdampak pada peningkatan volume transaksi dalam jangka pendek, terutama pada saham yang baru masuk indeks. Sebaliknya, saham yang keluar dari indeks berpotensi mengalami tekanan jual akibat penyesuaian portofolio oleh investor institusi.

Meski demikian, dalam jangka panjang, kinerja harga saham tetap akan dipengaruhi oleh fundamental perusahaan, prospek bisnis, serta kinerja keuangan masing-masing emiten. Evaluasi berkala yang dilakukan BEI diharapkan mampu menjaga kualitas IDX30 sebagai representasi saham-saham unggulan di pasar modal Indonesia. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *