Brida Kukar Jaring 80 Usulan Inovasi untuk Perkuat Pembangunan Daerah
Kepala Brida Kukar, Bahari Joko Sulilo.
Brida Kukar menghimpun sekitar 80 usulan inovasi dari pemerintah dan masyarakat, membuka peluang keterlibatan sekolah, serta menargetkan penutupan pendaftaran pada akhir Oktober 2026.
ADVERTORIAL – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah menerima sekitar 80 usulan inovasi dari perangkat daerah, kecamatan, desa, dan masyarakat. Penjaringan yang dijadwalkan berakhir pada penghujung Oktober 2026 ini menjadi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar untuk menghimpun gagasan baru yang dapat menjawab persoalan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kepala Brida Kukar, Bahari Joko Susilo, mengatakan proses penjaringan masih berlangsung setelah masa pendaftaran diperpanjang sebanyak dua kali. Usulan yang masuk diharapkan tidak sekadar menawarkan gagasan baru, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan dalam penyelesaian persoalan di daerah.
“Sekarang ini kami sedang melaksanakan proses penjaringan inovasi. Sampai saat ini sudah masuk sekitar 80 usulan inovasi yang berasal dari perangkat daerah, kecamatan, desa, maupun masyarakat,” ucap Bahari kepada Prudensi.com di Tenggarong, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, kesempatan menyampaikan usulan inovasi masih terbuka hingga akhir Oktober. Brida Kukar berharap perangkat daerah dan masyarakat dapat memanfaatkan sisa waktu pendaftaran untuk mengajukan gagasan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Pendaftarannya kami rencanakan ditutup pada akhir bulan ini. Sebelumnya memang sudah dua kali dilakukan perpanjangan, sehingga kami berharap kesempatan yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menyampaikan inovasinya,” jelasnya.
Selain menjaring usulan dari unsur pemerintahan dan masyarakat, Brida Kukar berencana memperluas keterlibatan lingkungan pendidikan. Salah satu langkah yang disiapkan ialah menjajaki sekolah-sekolah untuk mengidentifikasi potensi inovasi yang dapat dikembangkan.
Bahari menilai lingkungan pendidikan memiliki peluang besar untuk menghasilkan gagasan kreatif. Pelibatan sekolah diharapkan dapat memperluas sumber inovasi sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Ke depan, kami juga akan menjajaki sekolah-sekolah. Kami ingin melihat potensi inovasi yang bisa dikembangkan, karena inovasi itu tidak hanya berasal dari perangkat daerah, tetapi juga bisa muncul dari berbagai lingkungan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pengembangan inovasi perlu berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi pemerintah maupun masyarakat. Setiap gagasan diharapkan mampu menawarkan pendekatan baru yang lebih efektif dibandingkan cara kerja sebelumnya.
“Pada dasarnya, inovasi itu lahir karena ada permasalahan yang perlu diselesaikan. Ketika muncul suatu persoalan, tentu diperlukan cara atau pendekatan baru agar penyelesaiannya bisa dilakukan secara lebih efektif,” katanya.
Bahari menegaskan bahwa inovasi memiliki peran penting dalam mendorong reformasi birokrasi, meningkatkan kinerja perangkat daerah, serta memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, setiap perangkat daerah perlu terus mengevaluasi metode kerja yang diterapkan dan mencari alternatif penyelesaian ketika menghadapi hambatan dalam pelaksanaan tugas maupun pelayanan publik.
“Setiap daerah maupun perangkat daerah perlu terus mengembangkan inovasi. Kita harus bisa melihat persoalan yang ada, kemudian mencari cara yang lebih baik untuk menyelesaikannya,” lanjut Bahari.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan inovasi tidak cukup diukur dari jumlah gagasan yang dihasilkan. Hal yang tidak kalah penting ialah kemungkinan penerapan gagasan tersebut dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Inovasi yang dikembangkan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pekerjaan, mempercepat penyelesaian persoalan, serta menghadirkan perbaikan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Kalau kita ingin meningkatkan kualitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, tentu harus ada upaya pembaruan. Inovasi diperlukan supaya apa yang kita lakukan bisa lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Melalui penjaringan tersebut, Brida Kukar juga berupaya menumbuhkan budaya inovasi yang tidak hanya berkembang di lingkungan birokrasi, tetapi juga melibatkan masyarakat dan lembaga pendidikan.
Partisipasi berbagai kalangan dinilai penting agar gagasan yang terkumpul semakin beragam dan mencerminkan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, inovasi dapat diarahkan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah yang lebih responsif.
“Jika ingin menjadi daerah yang maju, kita harus mampu menciptakan dan menerapkan berbagai inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan,” pungkasnya.
Brida Kukar berharap penjaringan yang berlangsung hingga akhir Oktober 2026 dapat menghasilkan gagasan yang berpotensi dikembangkan menjadi solusi konkret bagi persoalan daerah. Perluasan partisipasi hingga lingkungan sekolah juga diharapkan memperkuat budaya inovasi serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan. []
Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum
