BTN Gandeng INKOPPAS, Pasar Tradisional Masuk Era Digital

JAKARTA – Transformasi pasar tradisional menuju ekosistem digital kian dipercepat setelah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjalin kemitraan strategis dengan Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) guna memperluas akses pembiayaan dan layanan keuangan bagi pedagang.

Langkah ini menandai fokus baru perbankan dalam mendorong inklusi keuangan berbasis komunitas, khususnya di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang beroperasi di pasar tradisional. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait digitalisasi pasar di Jakarta, Rabu (15/04/2026).

Direktur Utama (Dirut) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu mengatakan, kemitraan ini merupakan strategi memperluas akses layanan keuangan sekaligus mempercepat adopsi teknologi digital di lingkungan koperasi pasar.

“Kerja sama dengan koperasi pasar ini menjadi langkah strategis perseroan dalam memperluas akses keuangan berbasis ekosistem. Pasar tradisional merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan,” ujar Nixon, sebagaimana dilansir Indoposco, Minggu, (19/04/2026).

Ia menjelaskan, berbagai program telah disiapkan, mulai dari layanan perbankan digital hingga digitalisasi retribusi pasar. Selain itu, BTN juga menyalurkan pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta membuka peluang kredit produktif bagi pedagang anggota koperasi.

“Melalui kolaborasi dengan INKOPPAS, BTN tidak hanya menghadirkan layanan transaksi digital, tetapi juga membuka akses pembiayaan bagi pedagang anggota koperasi agar kapasitas usaha mereka meningkat secara berkelanjutan,” jelasnya.

Ketua Umum (Ketum) INKOPPAS Yudianto Tri menilai, kebutuhan terhadap digitalisasi dan akses pembiayaan semakin mendesak di tengah perubahan pola transaksi ekonomi.

“Melalui kemitraan ini, kami berharap anggota koperasi dan pedagang pasar mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih luas, mulai dari pembayaran digital, pengelolaan transaksi, hingga pembiayaan usaha,” katanya.

Dalam implementasinya, kerja sama ini mencakup integrasi sistem pembayaran, digitalisasi retribusi pasar, hingga penyediaan sarana transaksi seperti QRIS Bale Merchant dan mesin electronic data capture (EDC). Selain itu, akan dikembangkan Bale Agen di lingkungan koperasi serta aplikasi komunitas (community apps) untuk mendukung aktivitas usaha pedagang.

Rekam jejak transaksi digital yang terbentuk dari sistem tersebut dinilai dapat meningkatkan transparansi sekaligus menjadi dasar penilaian kelayakan kredit oleh lembaga keuangan.

Melalui sinergi ini, BTN dan INKOPPAS optimistis dapat mempercepat transformasi pasar tradisional menjadi lebih modern, efisien, dan inklusif, sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia. []

Penulis:  Laurens Dami | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *