World Book Day 2026: BI Sultra Perkuat Fondasi SDM Unggul
KENDARI – Upaya memperkuat literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia terus digencarkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (BI Sultra) melalui peringatan World Book Day 2026 yang digelar di Aula Wakatobi, Sabtu (18/04/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga strategi membangun masyarakat yang siap menghadapi perubahan zaman.
Mengusung tema “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities”, kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa, komunitas literasi, akademisi, hingga pemangku kebijakan dalam satu ruang kolaboratif. Literasi diposisikan tidak sekadar sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi sebagai bekal berpikir kritis dan bertindak adaptif di era modern.
Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menegaskan pentingnya literasi sebagai kunci peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Literasi adalah kunci untuk membuka peluang dan meningkatkan kualitas hidup. Kami ingin masyarakat lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya, sebagaimana dilansir Terkini, Minggu, (19/04/2026).
Meski demikian, tantangan literasi di Sulawesi Tenggara masih cukup besar. Tingkat kegemaran membaca pada 2025 tercatat 58,64, sementara Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Februari 2026 berada di angka 29,24. Kondisi ini menunjukkan perlunya langkah berkelanjutan untuk meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat.
Sebagai respons, BI Sultra memperkuat perannya tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai katalis penggerak literasi. Salah satu kegiatan utama adalah bedah buku “Prinsipil Ekonomi” karya Ferry Irwandi yang menghubungkan konsep ekonomi dengan kehidupan sehari-hari secara sederhana dan mudah dipahami.
Pendekatan literasi juga dikembangkan melalui metode kreatif, seperti musikalisasi puisi dan konten reels resensi buku yang menyasar generasi muda. Inovasi ini diharapkan mampu membuat literasi lebih relevan dan menarik di tengah perkembangan teknologi digital.
Dalam rangka memperkuat ekosistem literasi, BI Sultra turut menjalin komitmen bersama Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara agar gerakan literasi berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.
Kolaborasi juga diperluas melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, yakni Universitas Halu Oleo, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari, Universitas Sembilanbelas November Kolaka, dan Universitas Dayanu Ikhsanuddin. Program ini diwujudkan dalam bantuan pendidikan kebanksentralan yang melahirkan ratusan mahasiswa dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI).
Pada 2026, jumlah penerima program tersebut mencapai 330 orang yang diharapkan menjadi agen perubahan dalam menyebarkan budaya literasi di masyarakat.
Selain itu, akses terhadap bahan bacaan juga terus diperluas melalui perpustakaan BI Sultra yang kini memiliki lebih dari 7.000 koleksi buku, baik cetak maupun digital melalui aplikasi iBi Library.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, BI Sultra berharap literasi dapat menjadi gerakan kolektif yang mendorong masyarakat lebih siap menghadapi tantangan masa depan serta memperkuat daya saing daerah di tengah arus globalisasi. []
Penulis: Echa Panrita Lopi | Penyunting: Redaksi01
