BTN Pastikan Pasar KPR Tetap Stabil Meski Ekonomi Melambat

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) masih stabil meski terdapat kekhawatiran perlambatan penyaluran kredit di sejumlah sektor, dengan pendorong utama berasal dari kebutuhan dasar masyarakat untuk memiliki hunian setelah menikah.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat penurunan signifikan pada permintaan KPR dibandingkan tahun sebelumnya.

“Normal sih masih sama kayak tahun lalu,” ujar Nixon usai konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026 sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Rabu, (15/04/2026).

Nixon menilai kekhawatiran perlambatan kredit tidak sepenuhnya berlaku pada sektor perumahan karena permintaan hunian memiliki faktor pendorong yang relatif stabil dan bersifat kebutuhan primer.

“Kalau rumah, person buyer. Lu nikah kan pasti lu cari rumah. Saya sering bilang, yang men-trigger orang beli rumah adalah pernikahan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pasangan yang baru menikah umumnya terdorong untuk hidup mandiri sehingga membutuhkan tempat tinggal sendiri, baik dengan menyewa maupun membeli rumah.

“Begitu dia nikah, istrinya udah mulai minta mangga muda, lu pusing nggak mungkin tinggal sama mertua. Pasti lu akan berpikir, karena tidak ada menantu yang baik di mata mertua, atau mertua yang baik di mata menantu. Jadi pasti mereka pengen spin off,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebutuhan untuk membangun kemandirian rumah tangga menjadi salah satu faktor utama yang menjaga stabilitas permintaan KPR di tengah dinamika ekonomi.

“Jadi pasti mereka pengen berdiri sendiri, bisa ngatur rumah tangga sendiri. Di situlah muncul kebutuhan perumahan,” tegasnya.

Nixon juga menyampaikan keyakinannya bahwa kepemilikan rumah menjadi prioritas utama bagi pasangan yang baru menikah.

“Kalau udah nikah, orang akan mati-matian bela punya rumah. Pasti. Sejelek-jeleknya ngontrak. Tapi kalau bisa beli dengan Rp1,2 juta angsuran pasti bisa lah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada kuartal I/2026 BTN membukukan penyaluran kredit sebesar Rp400,63 triliun atau tumbuh 10,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp363,11 triliun. Segmen KPR subsidi masih menjadi penopang utama dengan nilai Rp193,55 triliun, disusul KPR non-subsidi sebesar Rp112,56 triliun.

Sejak 1976 hingga April 2026, BTN telah menyalurkan KPR sekitar Rp530 triliun untuk kurang lebih 6 juta unit rumah, yang menunjukkan konsistensi peran bank tersebut dalam pembiayaan sektor perumahan nasional. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *