Pertamina SMEXPO Pekanbaru Jadi Pintu UMKM Riau Cari Pasar dan Mitra

PEKANBARU – Sebanyak 147 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Riau telah difasilitasi menjalin kemitraan dengan 30 pelaku usaha skala besar sepanjang 2026. Kolaborasi tersebut menghasilkan kesepakatan usaha senilai Rp875 juta bersama PT Pertamina Patra Niaga dan membuka peluang penyerapan 446 tenaga kerja baru.

Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau Job Kurniawan mengatakan capaian tersebut menunjukkan pentingnya memperluas akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, teknologi, dan jejaring usaha. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat agar produk UMKM daerah dapat berkembang dari pasar lokal menuju pasar yang lebih luas.

Hal itu disampaikan Job saat menghadiri Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 di Atrium Living World Pekanbaru, Jumat, 25 September 2026, sebagaimana diberitakan Riau, Jumat, (25/09/2026).

“SMEXPO bukan hanya sebagai pameran produk. Kami lebih menganggapnya SMEXPO merupakan ruang bertemunya para pelaku UMKM dengan pasar, pembiayaan, teknologi, dan jejaring usaha, serta peluang kemitraan yang lebih luas,” ujar Job Kurniawan di Pekanbaru, Jumat (25/09/2026).

Menurut Job, keberadaan pameran tidak semata-mata menjadi sarana promosi produk. Kegiatan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku UMKM untuk bertemu calon mitra usaha sekaligus memperluas akses terhadap rantai pasok dan pembiayaan.

Produk yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari kerajinan (kraf), kuliner, hingga kain tenun dan kerajinan khas Riau. Pemerintah daerah mendorong agar potensi tersebut tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi dilanjutkan dengan pembukaan akses pasar dan kemitraan yang berkelanjutan.

“Kami berharap pola seperti ini akan terus berlanjut dan diperluas. Mari kita buka ruang yang lebih luas untuk mengembangkan produk-produk UMKM yang ada hari ini, ada di sisi kraf, ada di sisi makanan, tenun kerajinan, dan lain-lainnya,” kata Job.

Usai memberikan sambutan, Job meninjau sejumlah stan dan berdialog dengan pelaku UMKM yang mengikuti pameran. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya melihat perkembangan produk dalam ekosistem pembinaan UMKM di Riau.

Saat ini, ekosistem pembinaan UMKM di Riau mencakup sekitar 304.000 pelaku usaha. Pemprov Riau mendorong agar pelaku usaha yang telah berkembang di tingkat daerah dapat memperluas pasar hingga tingkat nasional dan internasional.

“Tadi disampaikan ada ekosistem pembinaan pada 304.000 UMKM, bagaimana UMKM lokal ini akan menjadi nasional, UMKM nasional akan menjadi internasional global, dan kami berharap UMKM-UMKM ini bisa lebih dikenal,” tuturnya.

Pemerintah daerah juga berharap kegiatan seperti SMEXPO dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan usaha, terutama melalui perluasan pasar dan peningkatan kepercayaan terhadap produk lokal.

“Kami berharap tidak hanya berhenti dalam SMEXPO saja, tapi mudah-mudahan ini semakin bergema, mencarikan pasarnya, sehingga UMKM ini semakin percaya diri, semakin dipercaya, dan mampu menjaga produk yang sudah dihasilkan,” tambah Job.

Selain memperluas akses pasar, Pemprov Riau memberikan perhatian terhadap meningkatnya keterlibatan generasi muda, termasuk Generasi Z, dalam kewirausahaan. Pertumbuhan pelaku usaha dari kalangan muda dinilai dapat memperkuat penciptaan lapangan kerja sekaligus menjadikan UMKM sebagai salah satu penopang kesejahteraan masyarakat di Riau. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *