BukuWarung Dorong UMKM Makassar Jadi Agen Layanan Keuangan

MAKASSAR – Pemanfaatan teknologi finansial (financial technology) berbasis komunitas dinilai semakin mempercepat inklusi keuangan di wilayah Indonesia Timur, dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berperan sebagai penghubung layanan keuangan bagi masyarakat di tingkat lokal.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan roadshow BukuAgen 2026 yang diselenggarakan oleh BukuWarung di Kota Makassar, Rabu (22/04/2026), yang dihadiri ratusan pelaku UMKM dari Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Melalui solusi BukuAgen, pelaku UMKM tidak hanya menjalankan usaha utama, tetapi juga menyediakan layanan keuangan seperti penarikan tunai, tabungan, dan pengecekan saldo bagi masyarakat sekitar. Pendekatan ini dinilai efektif menjangkau wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.

Director of Sales (Merchant Success & Retail) BukuWarung Adi Harlim menegaskan bahwa UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional sekaligus berperan penting dalam memperluas akses keuangan.

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, berkontribusi lebih dari 60% terhadap PDB dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional. Peran ini menjadikan mereka sebagai penggerak utama ekonomi di tingkat akar rumput. Melalui BukuWarung, kami berupaya mempercepat perputaran uang di tingkat komunitas dengan memberdayakan pelaku usaha agar dapat menghadirkan layanan keuangan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat sekitar,” ujar Adi, sebagaimana dilansir Terkini, Rabu (22/04/2026).

Secara nasional, platform ini telah menjangkau lebih dari 250.000 agen UMKM dengan total transaksi mencapai puluhan triliun rupiah dalam setahun. Wilayah Indonesia Timur tercatat sebagai kawasan dengan pertumbuhan tercepat dalam adopsi layanan tersebut.

“Saat ini, lebih dari 250 ribu agen di seluruh Indonesia telah mencatatkan transaksi senilai Rp41,1 triliun dalam setahun. Angka ini tidak hanya mencerminkan pertumbuhan platform, tetapi juga menjadi bukti bahwa UMKM memiliki peran nyata sebagai akselerator inklusi keuangan di Indonesia. Dalam perjalanan ini, kami juga melihat peran Agen Juara sebagai katalis penting dalam mendorong pertumbuhan tersebut. Mereka tidak hanya menjalankan usaha, tetapi turut memperluas dampak ekonomi di lingkungannya serta mendukung percepatan pertumbuhan sekaligus memperkuat ekosistem UMKM secara berkelanjutan,” jelas Adi.

Salah satu pelaku UMKM, Baso Aris Triwardana dari Kabupaten Gowa, mengungkapkan bahwa kehadiran layanan agen keuangan telah membantu pengembangan usahanya sekaligus mempermudah akses masyarakat.

“Awalnya ini hanya usaha sampingan sejak kuliah, hanya menjual pulsa ke teman-teman. Sejak bergabung dengan BukuAgen, usaha berkembang hingga memiliki empat outlet, dengan sekitar 30% keuntungan berasal dari layanan agen pembayaran. Yang lebih membanggakan, masyarakat di sekitar tidak perlu lagi jauh-jauh ke kantor bank atau ATM, karena layanan transfer, tarik tunai, hingga pembayaran lainnya bisa diakses di tempat kami,” ujar Aris.

Selain memperluas layanan, aspek keamanan transaksi juga menjadi perhatian utama. Brand & Community Manager BukuWarung Riyan Prayugo menekankan pentingnya perlindungan data dan pencegahan penipuan dalam ekosistem digital.

“Upaya melawan kejahatan digital memerlukan kolaborasi seluruh pihak, dimulai dari komitmen menjaga keamanan data akun masing-masing. Transaksi yang aman akan mendorong pertumbuhan usaha sekaligus memberikan rasa nyaman bagi para merchant dalam bertransaksi,” ujarnya.

“BukuWarung berkomitmen menjaga keamanan data merchant melalui pemantauan transaksi secara real-time, sehingga setiap aktivitas mencurigakan dapat segera teridentifikasi,” tambahnya.

Untuk memperkuat ekosistem, BukuWarung juga menghadirkan berbagai layanan terintegrasi seperti BukuAgen, BukuModal, dan BukuSimpan. Solusi ini mencakup layanan transaksi, pembiayaan tanpa jaminan, hingga pengelolaan arus kas usaha secara lebih efisien.

Head of Region Eastern Indonesia (Merchant Success) BukuWarung Tommy Setiawan menyebutkan bahwa layanan tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM mengelola keuangan secara lebih terstruktur.

“BukuSimpan kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan merchant dalam mengelola arus kas usaha secara lebih terstruktur dan terintegrasi. Kami melihat selama ini pelaku UMKM masih menghadapi keterbatasan dalam mengelola saldo, melakukan transaksi, hingga memantau perputaran uang usaha. Melalui solusi ini, kami ingin memberikan kemudahan sekaligus kontrol yang lebih baik, sehingga merchant dapat menjalankan usaha dengan lebih percaya diri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan komunitas, BukuWarung juga membentuk Laskar Agen Juara sebagai wadah kolaborasi antar pelaku UMKM untuk saling berbagi pengalaman dan mengembangkan usaha.

Brand & Community Specialist BukuWarung Selvy A. Putri menjelaskan bahwa komunitas tersebut menjadi ruang belajar bersama bagi pelaku usaha di berbagai tahap perkembangan.

“Laskar Agen Juara merupakan program komunitas bagi para agen terpilih untuk sama-sama berperan aktif, berkontribusi, belajar, dan tumbuh bersama. Bagi juragan yang usahanya baru dimulai, komunitas ini menjadi tempat untuk belajar cara mengembangkan usahanya. Sementara bagi juragan yang sudah memiliki usaha dan ingin menambah cabang, mereka dapat belajar bersama juragan lainnya,” ujarnya.

Dengan penguatan teknologi, keamanan, dan komunitas, model layanan keuangan berbasis UMKM ini diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia Timur secara berkelanjutan. []

Penulis: Hasbi Zainuddin | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *