Bulog Serap 3,2 Juta Ton Gabah, Stok Beras Pemerintah Tembus 5,4 Juta Ton
KLATEN – Perum Bulog mencatat realisasi penyerapan gabah mencapai 3,2 juta ton hingga semester I 2026 atau sekitar 80 persen dari target 4 juta ton. Capaian tersebut turut mendorong stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjadi sekitar 5,4 juta ton sebagai penguatan ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan capaian tersebut didukung penerapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram sesuai Instruksi Presiden. Pernyataan itu disampaikan saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (10/07/2026).
“Dengan HPP gabah sebesar Rp 6.500 sesuai Instruksi Presiden, hingga semester I 2026 Bulog telah menyerap 3,2 juta ton dari target 4 juta ton. Kolaborasi ini menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan swasembada pangan Indonesia,” kata Ahmad Rizal Ramdhani, sebagaimana diberitakan Kompas, Sabtu (11/07/2026).
Menurut Ahmad Rizal Ramdhani, peningkatan serapan gabah merupakan hasil sinergi antara petani, penyuluh pertanian, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), PT Pupuk Indonesia, serta Tim Jemput Gabah Bulog.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara DPR RI, pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), dan petani dalam mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.
Kegiatan dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, jajaran pemerintah daerah, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Rangkaian acara diawali dengan panen raya menggunakan metode panen manual dan combine harvester sebagai simbol penerapan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas.
Dalam kesempatan tersebut, Perum Bulog juga menyerahkan bantuan berupa timbangan digital, paket sembako kepada Gapoktan, serta perlengkapan alat tulis bagi anak-anak di sekitar kawasan pertanian.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi menilai kebijakan HPP gabah memberikan kepastian harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Petani sangat bersyukur dengan penetapan harga gabah Rp 6.500 per kilogram. Ditambah berbagai bantuan yang diberikan, kebijakan ini memberikan manfaat nyata dan diharapkan dapat terus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Melalui penguatan sinergi antara pemerintah, DPR RI, BUMN, dan petani, upaya meningkatkan produksi pangan nasional diharapkan semakin optimal sehingga target swasembada pangan dan ketahanan pangan berkelanjutan dapat segera terwujud. []
Redaksi01
