Bursa Asia Menguat, KOSPI Melonjak 3,14 Persen Berkat Optimisme AI
JAKARTA – Lonjakan saham Korea Selatan dan Taiwan mewarnai perdagangan bursa Asia pada Rabu pagi (21/10/2026), seiring menguatnya optimisme investor terhadap permintaan global untuk teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Indeks KOSPI bahkan naik 3,14 persen, sedangkan TAIEX Taiwan menguat 1,53 persen pada perdagangan pagi.
Hingga pukul 08.22 WIB, indeks KOSPI Korea Selatan mencapai 5.727,08, sementara TAIEX Taiwan berada di level 46.999,74. Bursa Jepang juga mencatat penguatan dengan indeks Nikkei 225 naik 1,04 persen ke 64.742,5. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong bertambah 1,14 persen menjadi 24.139,11.
Penguatan juga terjadi pada FTSE Straits Times Singapura yang naik 0,57 persen ke 5.434,62 dan FTSE Bursa Malaysia KLCI yang menguat 0,12 persen ke 1.601,42. Sebaliknya, indeks ASX 200 Australia terkoreksi 0,16 persen ke 8.803,2.
Pergerakan tersebut mencerminkan perhatian pasar terhadap prospek industri AI, khususnya kebutuhan komputasi dan semikonduktor. Sejumlah perkembangan korporasi dan data perdagangan di kawasan Asia turut menjadi perhatian investor, sebagaimana diberitakan Kontan, Rabu, (21/10/2026).
Di Amerika Serikat (AS), bursa saham ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Sentimen sektor AI turut memperoleh dorongan dari kabar mengenai pencapaian laba pertama SpaceX setelah menjadi perusahaan publik.
Permintaan perangkat keras untuk mendukung pengembangan AI juga menjadi sorotan. ByteDance, Alibaba, dan Tencent dilaporkan telah memesan lebih dari 3 juta unit graphics processing unit (GPU) Nvidia RTX PRO 5500 dengan nilai pesanan melampaui US$35 miliar. Jika terealisasi sesuai laporan tersebut, pesanan itu menggambarkan besarnya kebutuhan infrastruktur komputasi untuk mendukung pengembangan teknologi AI.
Dari sisi perdagangan, ekspor Jepang pada September 2026 meningkat 16,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski pertumbuhannya berada di bawah perkiraan, data pemerintah tersebut tetap menunjukkan permintaan yang kuat terhadap semikonduktor dan produk terkait AI.
Kinerja ekspor Korea Selatan bahkan mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Data bea cukai menunjukkan nilai ekspor negara itu selama 20 hari pertama Oktober 2026 melonjak 105,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama ditopang penjualan cip yang mencapai rekor, seiring meningkatnya investasi AI secara global.
Perkembangan industri teknologi dan perdagangan internasional menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam menilai prospek saham Asia. Meski demikian, penguatan indeks pada awal perdagangan tidak menjamin tren positif bertahan hingga penutupan, sehingga investor tetap perlu mencermati perkembangan ekonomi, kinerja perusahaan, dan perubahan sentimen pasar. []
Redaksi01
