Buyback ERAA Dimulai Hari Ini, Harga Saham Melonjak 19,96%
Imaginr-Bacteria
JAKARTA – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mulai menjalankan program pembelian kembali saham atau buyback pada Jumat (04/09/2026), setelah harga saham perseroan melonjak 14,42% sehari sebelumnya. Aksi korporasi tersebut disiapkan dengan dana maksimal Rp500 miliar dan akan berlangsung selama tiga bulan.
Program buyback ERAA dijadwalkan berlangsung sejak 4 September hingga 4 Desember 2026. Perseroan akan melakukan pembelian secara bertahap melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan target maksimal 797,5 juta saham atau setara 5% dari modal disetor.
Besarnya dana yang disiapkan menjadi salah satu perhatian investor karena pembelian saham akan menggunakan kas internal perseroan. Berdasarkan proforma laporan keuangan per 31 Desember 2025, apabila seluruh alokasi Rp500 miliar terealisasi, total aset dan ekuitas ERAA masing-masing akan berkurang sebesar Rp500 miliar.
Meski demikian, manajemen menilai kondisi keuangan perusahaan masih cukup kuat untuk mendukung aksi tersebut tanpa mengganggu kegiatan operasional. Perseroan juga memperkirakan buyback tidak memberikan dampak material terhadap biaya operasional maupun pencapaian laba-rugi.
Head of Legal & Corporate Secretary ERAA Amelia Allen mengatakan, perseroan menggunakan kas internal untuk membiayai aksi korporasi tersebut. “Maksimal jumlah buyback saham ialah Rp500 miliar, sudah termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang berkaitan dengan pembelian kembali saham,” kata Amelia dalam keterbukaan informasi, sebagaimana diberitakan Jumat, Kamis, (04/09/2026).
ERAA menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia untuk melaksanakan pembelian kembali saham. Pelaksanaan aksi korporasi itu dilakukan ketika kondisi pasar dinilai mengalami fluktuasi yang signifikan dan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023.
Dari sisi pasar, sentimen buyback langsung mendapat respons positif. Pada perdagangan Kamis (03/09/2026), saham ERAA ditutup di level Rp595 per saham, naik Rp75 atau 14,42% dalam sehari.
Kinerja tersebut memperpanjang penguatan saham ERAA dalam sepekan terakhir. Dalam lima hari perdagangan, saham perseroan tercatat telah menguat 19,96%. Lonjakan tersebut menunjukkan tingginya perhatian pasar terhadap rencana aksi korporasi yang mulai dilaksanakan pada Jumat.
Namun, kenaikan harga saham sebelum program berjalan juga membuat investor perlu mencermati realisasi pembelian secara bertahap. Nilai Rp500 miliar yang diumumkan perseroan merupakan batas maksimal, bukan kepastian bahwa seluruh dana tersebut akan digunakan.
Dalam simulasi berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, manajemen menyebut laba bersih perseroan tidak mengalami perubahan apabila program buyback dilakukan sesuai skenario yang disiapkan. Laba per saham atau earnings per share (EPS) juga diproyeksikan tetap.
Perseroan menilai arus kas dan permodalan masih memadai untuk menjalankan program tersebut sekaligus membiayai kegiatan usaha. Karena itu, ERAA memperkirakan buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap operasional maupun prospek pertumbuhan perusahaan.
Bagi investor, perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada realisasi pembelian saham selama periode program. Selain nilai transaksi, pergerakan harga saham dan kemampuan perseroan menjaga likuiditas menjadi faktor yang patut diperhatikan hingga program berakhir pada 4 Desember 2026. []
Redaksi01
