Wall Street Melonjak, Pasar Mulai Tinggalkan Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed

NEW YORK – Wall Street mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Kamis (03/09/2026), dengan ketiga indeks utama ditutup naik lebih dari 1 persen. Pergerakan tersebut terutama dipengaruhi meredanya kekhawatiran investor terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), setelah komentar Gubernur The Fed Christopher Waller memberikan sinyal yang lebih fleksibel terkait arah kebijakan moneter.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 624,16 poin atau 1,18 persen menjadi 53.686,11. Indeks S&P 500 bertambah 81,11 poin atau 1,06 persen ke 7.747,71, sedangkan Nasdaq Composite menguat 366,23 poin atau 1,40 persen menjadi 26.584,06. Ketiganya juga berada dalam jalur mencatat kenaikan secara mingguan.

Sentimen investor membaik setelah Waller menyampaikan kepada Reuters bahwa ia cenderung mendukung keputusan mempertahankan suku bunga acuan The Fed apabila data ekonomi berikutnya menunjukkan tekanan inflasi mulai mereda. Namun, ia tetap membuka kemungkinan kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak memperlihatkan perkembangan yang sesuai harapan.

Pernyataan tersebut mendorong pelaku pasar menyesuaikan kembali proyeksi kebijakan moneter The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September turun menjadi 50,4 persen dari 63,2 persen sehari sebelumnya.

Perubahan ekspektasi tersebut turut menekan imbal hasil (yield) surat utang pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury. Yield US Treasury turun untuk sesi kedua berturut-turut setelah sebelumnya mencapai posisi tertinggi sejak November 2023.

Kenaikan yield dalam beberapa sesi sebelumnya sempat memperbesar kekhawatiran investor. Kondisi itu terjadi bersamaan dengan aksi jual obligasi global yang dipicu kekhawatiran mengenai inflasi, meningkatnya utang pemerintah, serta ketidakpastian geopolitik.

“Komentar dari Gubernur The Fed Waller memberikan dorongan luas bagi pasar secara keseluruhan,” ujar Bill Northey, Senior Investment Director di U.S. Bank Wealth Management, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (03/09/2026).

Northey juga menilai investor masih memperhatikan kinerja perusahaan yang baru menyampaikan laporan keuangan kuartal kedua. Perbedaan kinerja terlihat di sejumlah kelompok saham, termasuk perusahaan semikonduktor dan perangkat lunak setelah pasar mencermati laporan serta prospek bisnis perusahaan teknologi.

Perhatian investor berikutnya tertuju pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan diumumkan Departemen Tenaga Kerja pada Jumat (04/09/2026). Ekonom memperkirakan perekonomian AS hanya menambah sekitar 56.000 lapangan kerja pada Agustus, sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,1 persen.

Data tersebut menjadi salah satu penentu penting dalam membaca arah kebijakan The Fed pada pertemuan September. Pasar akan mencermati apakah kondisi ketenagakerjaan memberikan ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga atau justru memperkuat alasan perubahan kebijakan.

Dari pasar saham teknologi, Nvidia menguat 1,8 persen setelah mengumumkan rencana mengakuisisi platform pengembang Hugging Face senilai US$12,9 miliar. Langkah itu semakin menempatkan Nvidia dalam persaingan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), termasuk menghadapi perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic.

Namun, penguatan saham berbasis AI tidak terjadi secara merata. Broadcom justru merosot 2,7 persen setelah memberikan proyeksi pendapatan kuartal IV yang berada di bawah ekspektasi pasar. Kondisi tersebut memperlihatkan tingginya standar investor terhadap perusahaan yang menjadi bagian penting dari ekosistem AI.

Saham perangkat lunak bergerak lebih positif. Snowflake melonjak 16,6 persen setelah memperkirakan pertumbuhan pendapatan tahunan yang kuat. Kenaikan tersebut turut menopang saham perusahaan perangkat lunak lainnya, dengan ServiceNow, Salesforce, dan Adobe masing-masing menguat antara 2,1 persen hingga 6,5 persen.

Penguatan juga terjadi pada sejumlah saham yang berkaitan dengan aset kripto setelah harga bitcoin kembali naik setelah mengalami penurunan selama dua sesi perdagangan sebelumnya. Strategy melonjak 17,6 persen, Coinbase Global naik 10,1 persen, sedangkan Robinhood Markets melesat 16,6 persen.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor consumer discretionary menjadi kelompok dengan kenaikan persentase terbesar. Sebaliknya, sektor energi mencatat kinerja paling lemah.

Dari sisi ekonomi makro, sejumlah data yang dirilis Kamis memberikan sinyal beragam. Klaim pengangguran masih berada pada level rendah, sementara aktivitas sektor jasa mengalami percepatan. Namun, harga input sektor jasa mencapai level tertinggi sejak Oktober 2022. Pada saat yang sama, defisit perdagangan internasional AS melebar 24,4 persen.

Kombinasi data tersebut membuat laporan ketenagakerjaan menjadi semakin penting bagi pasar. Investor akan menggunakan data tersebut untuk menilai kekuatan ekonomi AS sekaligus memperkirakan ruang gerak The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.

Penguatan Wall Street menunjukkan bahwa perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter masih menjadi salah satu penggerak utama pasar. Meski demikian, arah perdagangan berikutnya tetap akan sangat bergantung pada data ekonomi dan perkembangan inflasi yang dapat menentukan keputusan The Fed ke depan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *