Cabai Merah Tembus Rp40 Ribu, Harga Ayam Justru Turun di Pasar Kuto
Sebagian besar pedagang Pasar Kuto Palembang menolak keras relokasi dan pembangunan pasar modern. Terlihat pedagang melayani pembeli/sriwijayamedia.com-ocha
PALEMBANG – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Pasar Kuto pada akhir pekan, Sabtu (08/08/2026), belum menunjukkan tekanan merata terhadap belanja masyarakat. Kenaikan harga cabai merah menjadi Rp40.000 per kilogram masih diimbangi penurunan harga daging ayam menjadi sekitar Rp39.000 per kilogram serta ketersediaan sejumlah bahan pokok yang dinilai aman.
Harga cabai merah naik dari sebelumnya sekitar Rp36.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Pedagang menyebut kenaikan tersebut berkaitan dengan kondisi cuaca panas yang memengaruhi pertumbuhan tanaman cabai, meski persediaan di pasar masih tersedia.
Rokimin, pedagang cabai di Pasar Kuto, mengatakan kenaikan harga belum diikuti persoalan pasokan. “Cuaca yang terlalu panas jadi cabai tidak tumbuh subur, namun stok masih stabil,” ungkap Rokimin saat ditemui di Pasar Kuto, Sabtu (08/08/2026).
Selain cabai merah, cabai burung dijual sekitar Rp50.000 per kilogram. Sementara cabai panjang dan cabai jengki masing-masing berada di kisaran Rp40.000 per kilogram. Adapun bawang merah dijual Rp32.000 per kilogram dan bawang putih Rp40.000 per kilogram.
Di sisi lain, harga beberapa kebutuhan pangan justru bergerak lebih rendah. Daging ayam tercatat sekitar Rp39.000 per kilogram, sedangkan telur ayam berada di kisaran Rp25.000 per kilogram. Kondisi tersebut membantu menahan tekanan pengeluaran rumah tangga meski harga cabai meningkat.
Salah seorang pembeli, Endang, menilai perubahan harga sejumlah komoditas masih membuat belanja kebutuhan rumah tangga relatif terkendali. “Alhamdulillah jadi gak terlalu berat, ada yang naik seperti cabai merah Rp40 ribu sedangkan ayam turun Rp39 ribu,” ungkapnya.
Untuk kelompok sayuran, harga juga belum menunjukkan perubahan berarti. Kangkung, misalnya, masih dijual Rp2.000 per ikat. Pedagang sayur Saidah mengatakan harga sayuran secara umum masih relatif stabil. “Sayur-mayur masih stabil harganya, gak terlalu naik tinggi,” ujar Saidah, pedagang sayur di Pasar Kuto Palembang.
Sementara itu, kondisi pasokan sembako menjadi salah satu faktor yang menjaga harga tetap terkendali. Ce Mei, pedagang sembako di Pasar Kuto, menyebut stok Minyakita dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mulai tersedia kembali. “MinyaKita dan beras SPHP mulai masuk di kita jadi stoknya masih aman,” katanya.
Berdasarkan pemantauan di Pasar Kuto sebagaimana diberitakan Sripoku, Sabtu (08/08/2026), Minyakita dijual Rp17.000 per liter dan minyak goreng kemasan sekitar Rp20.000 per liter. Tepung terigu berada di level Rp11.000 per kilogram, gula pasir Rp19.000 per kilogram, sedangkan gula pasir kemasan merek PSM Rp20.000 per kilogram.
Untuk beras, Beras Arjuna dijual Rp267.000 per kemasan 20 kilogram. Beras medium merek OKE, Raja Biru, dan Sakura berada pada kisaran Rp300.000 hingga Rp320.000 per 20 kilogram. Sementara beras premium merek Topi Koki, Raja Ultima, Raja Platinum, Patin, dan Selancar berada di kisaran Rp360.000 per 20 kilogram.
Komoditas lain yang terpantau antara lain garam halus Rp11.000 per kilogram, garam kasar Rp8.000 per kilogram, terasi atau calok Rp33.000 per kilogram, asam Jawa Rp20.000 per kilogram, tahu Rp11.000 per bungkus berisi delapan potong, serta tempe Rp8.000 per buah.
Pada kelompok protein hewani, harga daging sapi berada pada kisaran Rp150.000 hingga Rp160.000 per kilogram. Telur bebek dijual Rp35.000 per 10 butir. Sementara ikan patin dan lele peliharaan masing-masing Rp25.000 per kilogram, lele sungai Rp30.000 per kilogram, dan ikan mujair Rp35.000 per kilogram.
Perbedaan arah harga antar-komoditas menunjukkan kondisi pasar pangan di Pasar Kuto masih relatif beragam. Kenaikan cabai perlu diperhatikan karena berkaitan dengan faktor cuaca, tetapi stabilnya pasokan sembako dan turunnya harga ayam memberikan ruang bagi konsumen untuk menjaga pengeluaran rumah tangga tetap terkendali. []
Redaksi01
