Rupiah Ditutup Rp17.884 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Melemah

JAKARTA – Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlangsung beragam pada penutupan perdagangan Selasa (22/09/2026), dengan rupiah termasuk mata uang yang melemah. Rupiah spot ditutup di level Rp17.884 per dolar AS, turun 0,21 persen dibandingkan posisi sehari sebelumnya Rp17.847 per dolar AS.

Pelemahan rupiah tersebut terjadi ketika sejumlah mata uang kawasan juga berada di zona merah. Namun, tidak semua mata uang Asia tertekan oleh dolar AS karena won Korea justru mencatat penguatan paling tinggi pada perdagangan sore.

Won Korea menguat 0,79 persen terhadap dolar AS. Setelah itu, peso Filipina naik 0,14 persen, dolar Taiwan menguat 0,09 persen, dan dolar Hong Kong bertambah 0,03 persen.

Di sisi lain, yen Jepang menjadi mata uang Asia dengan pelemahan terdalam, yakni 0,24 persen. Rupiah menyusul dengan depresiasi 0,21 persen, kemudian baht Thailand melemah 0,13 persen dan yuan China turun 0,09 persen.

Dolar Singapura juga terkoreksi 0,07 persen terhadap dolar AS, sedangkan rupee India melemah 0,02 persen. Ringgit Malaysia mencatat penurunan paling tipis di antara mata uang yang melemah, yakni 0,005 persen.

Pergerakan tersebut berlangsung seiring penguatan indeks dolar Amerika Serikat. Indeks dolar yang mencerminkan pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia berada di level 100,52, naik dari posisi 100,42 pada perdagangan sebelumnya.

Dengan posisi tersebut, rupiah menjadi salah satu mata uang kawasan yang mengalami tekanan pada akhir perdagangan, meski pergerakan mata uang Asia secara keseluruhan tidak seragam. Penguatan sejumlah mata uang regional menunjukkan adanya perbedaan kinerja masing-masing mata uang terhadap dolar AS pada perdagangan hari itu, sebagaimana diberitakan Kontan, Selasa, (22/09/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *