DAMRI Tana Tidung-Tanjung Selor Berangkat 09.30, Tarif Rp85 Ribu

TANA TIDUNG – Layanan Perusahaan Umum (Perum) DAMRI dari Tana Tidung menuju Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan (Bulungan), kembali beroperasi pada Kamis, 1 Oktober 2026, dengan keberangkatan pukul 09.30 WITA dan tarif maksimal Rp85 ribu. Angkutan bersubsidi tersebut menjadi salah satu pilihan warga untuk mobilitas antarwilayah karena menawarkan biaya perjalanan yang relatif terjangkau.

Rute tersebut melayani sejumlah titik, mulai dari Tideng Pale, Sesayap, Panca Agung atau Pimping, hingga Sekatak Buji dan Tanjung Selor. Perjalanan dari Kecamatan Sesayap menuju Tanjung Selor diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat jam.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tana Tidung (KTT), Arief Prasetiawan, mengatakan keberadaan DAMRI membantu masyarakat yang membutuhkan alternatif transportasi menuju Tanjung Selor. Hal itu disampaikannya saat ditemui di kantor Dishub KTT di Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, KTT, sebagaimana diberitakan Tribun Kaltara, Kamis, (01/10/2026).

“Keberadaan Damri tentu sangat membantu ya, karena ini sebagai alternatif masyarakat yang ingin ke Tanjung Selor, dan masih subsidi jadi harganya masih terjangkau,” ujar Arief.

Untuk perjalanan dari wilayah KTT menuju Bulungan, tarif ditetapkan berdasarkan titik keberangkatan dan tujuan. Penumpang dari Tideng Pale menuju Tanjung Selor dikenai tarif Rp85 ribu, sedangkan perjalanan dari Sesayap ke Tanjung Selor juga sebesar Rp85 ribu.

Tarif Rp85 ribu turut berlaku untuk perjalanan Sekatak Buji-Tanjung Selor. Sementara itu, perjalanan Tideng Pale menuju Panca Agung atau Pimping dikenai tarif Rp80 ribu.

Adapun perjalanan Panca Agung menuju Tanjung Selor dipatok Rp60 ribu. Untuk rute Tideng Pale menuju Sekatak Buji, penumpang dikenai tarif Rp50 ribu.

Layanan DAMRI tersebut berangkat setiap hari pada pagi hari dari titik keberangkatan di Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, tepat di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR PKP).

Selain melayani kebutuhan perjalanan masyarakat KTT menuju pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi di Tanjung Selor, rute tersebut juga menghubungkan sejumlah wilayah yang berada di Kabupaten Bulungan. Tanjung Selor sendiri merupakan ibu kota Bulungan sekaligus ibu kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Dengan tarif yang masih mendapat subsidi, layanan tersebut diharapkan tetap menjadi pilihan transportasi masyarakat untuk perjalanan antarwilayah. Penumpang juga diimbau datang lebih awal ke lokasi keberangkatan untuk memastikan ketersediaan tempat duduk dan menghindari keterlambatan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *