Dispora Kukar Tingkatkan Kualitas Pelatih untuk Perkuat Pembinaan Atletik
Kegiatan Pelatihan dan Pelatikan pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kukar periode 2026-2030 di Hotel Elty Singgasana, Tenggarong, Senin (19/10/2026).
Dispora Kukar menggelar pelatihan dasar atletik bagi 20 peserta sekaligus melantik 25 pengurus PASI periode 2026–2030 untuk meningkatkan kualitas pelatih, memperluas pencarian bakat, dan mendorong pemerataan pembinaan olahraga hingga kecamatan.
ADVERTORIAL – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), memperkuat pembinaan olahraga atletik dengan meningkatkan kompetensi 20 peserta pelatihan dasar dari sejumlah kecamatan. Langkah tersebut bertujuan memperluas pencarian bibit atlet potensial sekaligus mengatasi keterbatasan tenaga pelatih yang memenuhi standar kompetensi di daerah.
Pelatihan yang berlangsung di Hotel Elty Singgasana, Tenggarong, Senin (19/10/2026), itu dirangkaikan dengan pelantikan 25 pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kukar periode 2026–2030, termasuk ketua umum.
Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olahraga Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga pelatih, menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga atletik.
“Hari ini kami melaksanakan kegiatan pelatihan dalam rangka meningkatkan SDM di bidang olahraga, khususnya pelatihan dasar cabang olahraga atletik. Kami menilai pelatihan ini penting dilakukan sebagai upaya memperkuat pembinaan atletik di Kukar,” ucap Ali.
Menurutnya, olahraga atletik menunjukkan perkembangan positif, terutama pada nomor lari yang semakin diminati masyarakat. Antusiasme tersebut juga mulai terlihat di kalangan generasi muda sehingga membuka peluang untuk menemukan atlet berbakat.
“Perkembangan atletik di daerah kita luar biasa. Aktivitas lari sudah semakin memasyarakat dan semangat ini juga mulai menular kepada anak-anak muda. Tentunya, peluang ini harus kita manfaatkan untuk mendorong mereka menjadi atlet berprestasi, khususnya di cabang olahraga atletik,” ungkapnya.
Meski demikian, Ali mengakui perkembangan minat masyarakat belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan tenaga pelatih yang memiliki kompetensi sesuai standar. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam mengembangkan kemampuan atlet secara optimal.
“Kalau kita lihat sejauh ini, perkembangannya sudah luar biasa, tetapi kita belum sepenuhnya siap dengan pelatih yang sesuai standar. Karena itu, pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pembinaan atletik,” jelasnya.
Ia berharap peserta pelatihan dapat berperan dalam mengembangkan pembinaan atletik di kecamatan masing-masing. Dengan demikian, pencarian atlet berbakat tidak hanya terpusat di Tenggarong, tetapi juga menjangkau wilayah lain di Kukar.
“Kami berharap mereka yang mengikuti pelatihan ini nantinya dapat tersebar di kecamatan masing-masing. Dengan begitu, mereka bisa mencari kekuatan baru dan talenta-talenta baru di bidang olahraga, khususnya atletik,” katanya.
Saat ini, Kukar memiliki sekitar 157 atlet atletik yang tergabung dalam 10 klub dan tersebar di sejumlah wilayah. Sebagian besar atlet masih terkonsentrasi di Tenggarong sehingga pemerataan pembinaan menjadi salah satu perhatian Dispora Kukar.
Selain memperluas jangkauan pembinaan, Dispora Kukar berupaya meningkatkan jumlah atlet pada nomor-nomor yang masih kekurangan peminat, khususnya nomor lapangan.
Ali menjelaskan, nomor lari seperti lari cepat (sprint) 100 meter, maraton, dan estafet relatif lebih mudah menjaring atlet dibandingkan nomor tolak peluru dan lempar cakram.
“Kalau nomor lari, seperti sprint 100 meter, maraton, maupun estafet, relatif lebih mudah kita temukan atletnya. Namun, untuk nomor lapangan seperti tolak peluru dan lempar cakram, jumlah atletnya masih sangat terbatas,” tuturnya.
Menurutnya, pemetaan bakat diperlukan agar setiap atlet dapat diarahkan pada nomor yang sesuai dengan kemampuan dan potensi masing-masing.
“Melalui pelatihan ini, paling tidak nantinya ada pemetaan untuk mencari bakat-bakat baru di bidang atletik. Kita ingin potensi yang ada bisa ditemukan, kemudian dibina sesuai dengan nomor yang dikuasai,” tambahnya.
Sementara itu, pelantikan pengurus PASI Kukar periode 2026–2030 diharapkan dapat memperkuat organisasi sekaligus menghadirkan gagasan baru dalam pengembangan atletik.
Ali menilai pengalaman para pengurus, baik sebagai atlet maupun pelatih, dapat menjadi modal dalam menyusun program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Dengan pengurus baru, tentunya semangatnya juga baru, orang-orangnya baru, dan pemikirannya pun baru. Kita berharap muncul inovasi-inovasi yang bisa membawa kemajuan bagi olahraga atletik di Kukar,” katanya.
Untuk memperluas pencarian bakat, Dispora Kukar juga merencanakan koordinasi dengan Dinas Pendidikan agar olahraga atletik dapat dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
“Kami sudah menyampaikan kepada Ketua PASI agar nantinya kita bersama-sama berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Harapannya, atletik bisa menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sehingga potensi anak-anak dapat ditemukan sejak dini,” ungkap Ali.
Ia menilai sekolah memiliki peran strategis dalam menemukan bakat olahraga sejak usia dini. Kerja sama antara sekolah, klub, dan pengurus olahraga diharapkan dapat membentuk sistem pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Di sisi lain, pelatihan dasar atletik tersebut juga melibatkan peserta penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembinaan olahraga yang inklusif.
Ali menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi, termasuk berperan sebagai pelatih.
“Kami juga melibatkan teman-teman penyandang disabilitas karena mereka memiliki peluang untuk meraih prestasi di bidang olahraga. Kami berharap melalui kegiatan ini, muncul pelatih dari kalangan disabilitas sendiri yang nantinya bisa membina komunitasnya masing-masing,” jelasnya.
Ia berharap keterlibatan peserta penyandang disabilitas dapat mendorong lahirnya tenaga pelatih yang memahami kebutuhan pembinaan di komunitas masing-masing.
“Komitmen kami adalah menyetarakan kesempatan antara teman-teman nondisabilitas dan penyandang disabilitas. Dengan begitu, kebutuhan pelatih bisa terpenuhi dengan baik dan pembinaan olahraga atletik di Kukar dapat berjalan lebih optimal,” tegas Ali.
Melalui peningkatan kompetensi pelatih, penguatan kepengurusan PASI, serta rencana pengembangan atletik di sekolah dan komunitas penyandang disabilitas, Dispora Kukar berharap pembinaan olahraga semakin merata. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan bakat sekaligus melahirkan atlet berprestasi dari berbagai wilayah di Kukar. []
Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum
