Sungono Minta Konsep Baru untuk Peringatan Merah Putih Sangasanga 2027

0
6247002500535882074

Sekda Kukar Sungono meminta jajaran Kecamatan Sangasanga memperbarui konsep peringatan Merah Putih 2027 agar usulan anggaran sekitar Rp630 juta dapat mendukung kegiatan yang lebih kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

ADVERTORIAL – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sungono, meminta jajaran Kecamatan Sangasanga merancang konsep baru untuk peringatan Peristiwa Merah Putih pada 27 Januari 2027. Pembaruan tersebut diperlukan agar kegiatan tahunan itu tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Sangasanga.

Arahan tersebut disampaikan Sungono saat menerima audiensi jajaran Kecamatan Sangasanga di Ruang Rapat Sekda, Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Senin (19/10/2026). Pertemuan itu membahas persiapan peringatan Merah Putih 2027, termasuk rancangan kegiatan dan usulan anggaran sekitar Rp630 juta.

“Saya ingin pelaksanaan kegiatan 27 Januari tahun depan itu berhasil. Jangan sampai tidak memberikan dampak yang signifikan kepada masyarakat, khususnya warga Sangasanga,” tegas Sungono.

Menurut Sungono, keberhasilan peringatan Merah Putih tidak cukup diukur dari terlaksananya seluruh rangkaian acara. Kegiatan tersebut harus mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat sekaligus memperkuat makna peringatan sejarah di Sangasanga.

Ia menilai pelaksanaan kegiatan perlu dievaluasi agar tidak terus mengulang pola yang sama tanpa menghasilkan perubahan berarti bagi masyarakat.

“Jangan terkesan kegiatannya monoton, setiap tahun seperti itu terus, tetapi tidak memberikan dampak yang maksimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Sungono mengungkapkan bahwa konsep awal yang dipaparkan Camat Sangasanga beserta jajaran belum menunjukkan perbedaan berarti dibandingkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

Karena itu, ia meminta pihak kecamatan mengembangkan kembali rancangan kegiatan dengan menghadirkan gagasan baru yang sesuai dengan potensi daerah dan dapat direalisasikan.

“Secara konseptual, yang mereka usulkan tadi belum ada yang berbeda. Karena itu, saya sarankan supaya ada sesuatu yang baru,” ungkapnya.

Sungono juga mengajak jajaran kecamatan membahas kembali berbagai alternatif kegiatan yang memungkinkan untuk dilaksanakan. Menurutnya, pembaruan konsep harus mempertimbangkan kesiapan penyelenggara dan kebutuhan masyarakat.

“Makanya, saya ajak kembali untuk mendiskusikan beberapa hal yang mungkin bisa dilaksanakan, sehingga tahun depan ada kegiatan yang berbeda,” jelas Sungono.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran Kecamatan Sangasanga memaparkan sejumlah agenda yang selama ini menjadi bagian dari peringatan Merah Putih. Rancangan kegiatan tersebut turut disertai usulan anggaran sekitar Rp630 juta.

Sungono menyebutkan bahwa dukungan dari organisasi perangkat daerah (OPD) telah tersedia. Namun, dukungan tersebut perlu diikuti kemampuan panitia tingkat kecamatan dalam menyusun kegiatan yang kreatif, terencana, dan realistis.

“Teman-teman OPD sudah memberikan dukungan. Tinggal bagaimana panitia tingkat kecamatan bisa menghadirkan hal baru yang memang bisa dilaksanakan,” katanya

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar kegiatan yang dipaparkan masih mengacu pada agenda yang telah dilaksanakan dalam peringatan sebelumnya.

“Kalau saya lihat dari paparan Pak Camat, sudah ada rancangan kegiatan. Rencana kegiatan yang biasanya mereka selenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya juga sudah disampaikan,” ujarnya.

Untuk mendukung persiapan tersebut, panitia penyelenggara akan dibentuk guna mematangkan konsep, menyusun rangkaian acara, serta mengoordinasikan kebutuhan pelaksanaan bersama pihak terkait.

Sungono menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar dukungan anggaran dan keterlibatan berbagai pihak dapat dimanfaatkan secara efektif. Ia berharap kegiatan yang dirancang mampu memberikan hasil sebanding dengan sumber daya yang digunakan.

Selain aspek perencanaan, Sungono menyoroti potensi sumber daya manusia di lingkungan Kecamatan Sangasanga. Ia menilai jajaran pemerintahan setempat memiliki pemahaman terhadap karakteristik wilayah yang dapat menjadi modal untuk melahirkan gagasan baru.

Menurutnya, camat, sekretaris camat, kepala seksi, hingga para lurah yang hadir merupakan putra daerah Sangasanga. Kedekatan mereka dengan kondisi masyarakat diharapkan dapat membantu penyusunan kegiatan yang lebih relevan dengan kebutuhan dan potensi lokal.

“Harapan saya, karena jajaran kecamatannya merupakan orang asli Sangasanga, mulai dari camat, sekretaris camat, kepala seksi hingga para lurah, mereka bisa menghadirkan konsep yang benar-benar sesuai dengan potensi daerahnya,” tuturnya.

Sungono mengaku telah memberikan tantangan kepada jajaran kecamatan untuk melakukan pembaruan dalam penyelenggaraan peringatan Merah Putih pada 2027.

“Saya sudah memberikan tantangan kepada mereka. Mudah-mudahan mereka bisa menjalankan kegiatan dengan format baru yang memberikan dampak lebih besar kepada masyarakat Sangasanga,” tegasnya.

Ia berharap waktu persiapan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi antarpihak dan menghasilkan rancangan kegiatan yang matang.

Dengan konsep yang lebih kreatif dan pelaksanaan yang terencana, peringatan Merah Putih 2027 di Sangasanga diharapkan tidak hanya menjadi sarana mengenang perjuangan sejarah, tetapi juga memperkuat kebersamaan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *