DLHK Kukar Siapkan Hampir 100 Personel untuk Jaga Kebersihan MTQ Kaltim
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar Tri Joko Kuncoro.
DLHK Kukar menyiapkan hampir 100 petugas kebersihan, dua truk pengangkut sampah, dan jadwal pengangkutan dua kali sehari untuk menjaga kebersihan selama penyelenggaraan MTQ Kaltim 2026 di Tenggarong.
ADVERTORIAL – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan hampir 100 petugas kebersihan dan dua unit truk pengangkut sampah untuk mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang dijadwalkan berlangsung di Tenggarong pada Desember 2026.
Selain mengerahkan personel, DLHK Kukar merencanakan pengangkutan sampah dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah di lokasi perlombaan, kawasan bazar, dan sejumlah pusat keramaian selama penyelenggaraan MTQ.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DLHK Kukar melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Tri Joko Kuncoro, mengatakan kesiapan petugas kebersihan menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta dan pengunjung.
Menurutnya, penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi diperkirakan akan diikuti sekitar 1.000 hingga 1.500 anggota kontingen dari berbagai daerah di Kaltim. Jumlah tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam mempersiapkan pelayanan kebersihan di sejumlah lokasi kegiatan.
“Ini luar biasa bagi kita. Diperkirakan jumlah kontingen yang hadir sekitar 1.000 hingga 1.500 orang. Kita harus menjamu tamu-tamu dengan baik, salah satunya dengan memberikan pelayanan terkait kebersihan,” ucap Tri Joko Kuncoro seusai rapat koordinasi persiapan MTQ Kaltim di Kantor Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar, Tenggarong, Kamis (15/10/2026).
Tri menegaskan, DLHK Kukar siap mendukung kelancaran penyelenggaraan MTQ dengan memastikan kebersihan lokasi perlombaan, kawasan perkotaan, serta sejumlah titik yang diperkirakan menjadi pusat aktivitas peserta dan masyarakat.
“Insyaallah, petugas kami dari DLHK siap menyambut kegiatan ini dan ikut menyukseskannya, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan, kebersihan venue, maupun kebersihan kota agar memberikan kesan yang baik bagi para tamu,” katanya.
Untuk menunjang kesiapan tersebut, DLHK Kukar telah memetakan sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami peningkatan volume sampah. Penempatan hampir 100 petugas kebersihan akan disesuaikan dengan karakteristik kegiatan, tingkat keramaian, dan kebutuhan di setiap lokasi.
Sejumlah titik yang menjadi perhatian meliputi lokasi pembukaan dan penutupan MTQ, Arbizz Space, Taman Kota Raja, kawasan Kantor Bupati Kukar, serta lokasi kegiatan pendukung lainnya.
Menurut Tri, kawasan yang diperkirakan dipadati pengunjung akan mendapatkan perhatian lebih guna mencegah penumpukan sampah yang berpotensi mengganggu kenyamanan peserta maupun masyarakat.
“Kami sudah melakukan pemetaan pembagian venue dan memperhitungkan kebutuhan di masing-masing lokasi. Ada kegiatan yang menghadirkan massa dalam jumlah besar, ada juga yang relatif sedikit. Karena itu, penempatan petugas akan kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pengalaman menangani kegiatan berskala besar menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun strategi pengelolaan sampah. Peningkatan aktivitas masyarakat biasanya diikuti bertambahnya volume sampah, terutama dari kemasan makanan, minuman, dan produk sekali pakai.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, DLHK Kukar merencanakan pengangkutan sampah sebanyak dua kali sehari. Dua unit truk juga akan disiapkan guna mendukung pengumpulan dan pengangkutan sampah dari berbagai lokasi kegiatan.
“Kami akan menjadwalkan pengambilan sampah dua kali, yaitu pada pagi dan sore hari. Kami juga mengerahkan dua truk untuk mendukung pengangkutan sampah, serta menyiapkan petugas yang akan membersihkan setiap arena dan venue kegiatan,” ungkap Tri Joko Kuncoro.
Selain menyiapkan armada pengangkut, DLHK Kukar berencana menyediakan kantong sampah untuk memudahkan pengumpulan sampah di lapangan. Koordinasi dengan panitia penyelenggara juga telah dilakukan untuk memastikan ketersediaan bak sampah di sejumlah titik keramaian.
Tri menyebutkan, botol plastik diperkirakan menjadi salah satu jenis sampah yang paling banyak ditemukan selama kegiatan berlangsung. Karena itu, DLHK Kukar mengajak masyarakat dan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya sekaligus memilah sampah yang masih dapat dimanfaatkan kembali.
“Yang paling banyak biasanya botol-botol plastik. Kami mengimbau masyarakat agar bekerja sama dalam memilah sampah, khususnya botol plastik dan jenis sampah lain yang masih bisa dimanfaatkan kembali,” tuturnya.
Salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus adalah Arbizz Space, yang direncanakan menjadi pusat aktivitas dan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama pelaksanaan MTQ.
Aktivitas perdagangan yang melibatkan pelaku UMKM dan pengunjung diperkirakan menghasilkan sampah berupa sisa makanan, kemasan produk, serta botol plastik. Kondisi tersebut memerlukan dukungan fasilitas penampungan sampah dan koordinasi dengan pengelola kawasan.
Tri mengatakan, kawasan Arbizz Space menjadi salah satu lokasi prioritas dalam pemetaan kebutuhan petugas kebersihan karena diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas selama penyelenggaraan MTQ.
“Kami melihat ada beberapa titik pusat keramaian, seperti kawasan kantor bupati dan lokasi kegiatan lainnya. Namun, kawasan Arbizz Space menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian karena direncanakan menjadi pusat aktivitas UMKM,” jelasnya.
Ia berharap pengelola kawasan, panitia penyelenggara, pelaku UMKM, dan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan, terutama melalui penyediaan fasilitas penampungan dan pemilahan sampah.
“Kami berharap pengelola dan panitia yang menangani kegiatan ini bisa bekerja sama, terutama dalam penyediaan bak sampah dan pemilahan sampah. Mari kita sama-sama menjaga kebersihan karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Keterlibatan pelaku UMKM dan pengunjung dinilai penting untuk mendukung efektivitas pengelolaan sampah. Dengan tersedianya fasilitas penampungan yang memadai, penumpukan sampah di kawasan bazar dan pusat keramaian diharapkan dapat diminimalkan.
Dalam pengelolaan sampah yang terkumpul, DLHK Kukar juga akan menerapkan pemilahan berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya. Sampah yang masih memiliki nilai guna akan diarahkan ke bank sampah, sedangkan sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali akan dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
Menurut Tri, pemilahan menjadi salah satu langkah penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan sampah sekaligus mengurangi volume sampah yang harus ditangani di TPA.
“Kami lihat terlebih dahulu sampah yang terkumpul. Kalau masih bisa dipilah dan dimanfaatkan, akan kami arahkan ke bank sampah. Namun, kalau sudah berupa residu yang tidak bisa dimanfaatkan kembali, akan dibawa ke TPA,” terangnya.
Melalui persiapan tersebut, DLHK Kukar berharap penyelenggaraan MTQ Kaltim 2026 dapat berlangsung dalam lingkungan yang bersih, tertib, dan nyaman bagi seluruh peserta maupun pengunjung.
Dukungan petugas kebersihan, panitia, pelaku UMKM, dan masyarakat diharapkan tidak hanya menyukseskan penyelenggaraan MTQ, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. []
Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum
