Festival Rakyat Kaltara Hadirkan 50 Stan UMKM, Dongkrak Ekonomi Lokal
TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltara menjadikan Festival Rakyat Kaltara 2026 sebagai sarana memperkuat ekonomi kerakyatan dengan melibatkan 50 stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan yang berlangsung pada 9-20 Juli 2026 di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan itu diharapkan mampu memperluas promosi produk lokal sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM, festival tersebut juga menghadirkan berbagai hiburan dan kegiatan yang ditujukan untuk menarik lebih banyak pengunjung agar transaksi produk lokal terus meningkat.
Ketua Harian Kadin Kaltara Syamsul Bahri mengatakan kehadiran puluhan stan UMKM menjadi fokus utama penyelenggaraan festival karena sektor tersebut merupakan penggerak ekonomi masyarakat.
“Pada Festival Rakyat yang digelar 9-20 Juli ini kita menghadirkan 50 stan jajanan kuliner dari pelaku UMKM berasal dari daerah ini. Inilah jantung ekonomi kerakyatan,” ujar Syamsul Bahri di Tanjung Selor, Jumat (10/07/2026), sebagaimana dilansir Antara, Jumat (10/07/2026).
Festival Rakyat digelar melalui kolaborasi Kadin Kaltara dan Pemprov Kaltara dengan dukungan Televisi Republik Indonesia (TVRI) Stasiun Kaltara. Beragam kegiatan disiapkan hingga penutupan acara, di antaranya nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026, lomba yel-yel, karaoke, Kaltara Got Talent, Zumba Party, fashion show, hingga kompetisi Mobile Legends bagi penggemar e-sports.
“Ada lomba yel-yel piala dunia, ada karaoke, ada Kaltara Got Talent, Zumba Party kemudian fashion show, lomba mobile legend buat adik-adik sebagai wadah generasi muda pencinta E-Sport,” katanya.
Menurut Syamsul Bahri, momentum Piala Dunia 2026 dimanfaatkan untuk menarik minat masyarakat berkunjung ke festival sehingga sektor perdagangan dan UMKM memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
“Manfaatkan momen ini dengan membeli dan menikmati produk lokal, karena setiap transaksi adalah bentuk dukungan nyata kepada UMKM di Kaltara. Mari kita jadikan Festival Rakyat sebagai ajang promosi, meningkatkan ekonomi dan pengenalan kuliner khas Kaltara kepada dunia,” ajaknya.
Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kaltara Sapi’i menilai kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan Festival Rakyat menjadi modal penting untuk memperkuat pembangunan ekonomi daerah.
“Festival Rakyat ini bukan hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga merupakan salah satu upaya nyata untuk menggerakkan roda perekonomian daerah,” katanya.
Ia menjelaskan kehadiran stan UMKM dan rangkaian kegiatan pendukung diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi, memperluas pasar produk lokal, membuka peluang usaha, serta memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat.
“Kita semua menyadari bahwa saat ini dunia sedang menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh tantangan dan ketidakpastian. Kondisi tersebut tentu memberikan pengaruh terhadap berbagai sektor, termasuk perekonomian,” ujarnya.
Meski demikian, Sapi’i meyakini masyarakat Kaltara memiliki kreativitas dan daya saing untuk terus berkembang. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, serta masyarakat.
“Saya yakin dan percaya Festival Rakyat ini memberikan efek berganda bagi sektor perdagangan, kuliner, transportasi hingga jasa lainnya,” tuturnya.
Pemprov Kaltara optimistis semangat membangun ekonomi kerakyatan melalui inovasi, kerja keras, dan kolaborasi yang berkelanjutan akan memperkuat daya saing daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. []
Redaksi01
