GEMPAR Sleman: ASN dan Perempuan Didorong Belanja di Pasar Tradisional
SLEMAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggerakkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan berbagai organisasi perempuan untuk berbelanja di pasar tradisional melalui program Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) guna mempercepat pemulihan ekonomi lokal.
Program tersebut berlangsung pada 22 hingga 30 April 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini ke-147, Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, serta Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-54, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Nomor 0262 Tahun 2026.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman Aris Herbandang menyatakan, GEMPAR difokuskan untuk meningkatkan aktivitas transaksi di pasar rakyat sekaligus mendongkrak pendapatan pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di pasar rakyat/tradisional sekaligus mendorong peningkatan pendapatan para pedagang pasar rakyat/tradisional Kabupaten Sleman,” ujarnya.
Melalui kebijakan tersebut, ASN dan non-ASN di lingkungan Pemkab Sleman diimbau aktif berbelanja di pasar tradisional serta membagikan aktivitasnya di media sosial sebagai bagian dari kampanye publik. Upaya ini diharapkan mampu menarik partisipasi masyarakat luas dalam menghidupkan kembali pasar rakyat.
Program GEMPAR juga melibatkan berbagai organisasi perempuan, di antaranya Persatuan Istri Tentara (Persit) Kodim Sleman, Bhayangkari Polresta Sleman, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, Dharmayukti Karini, Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama (Kemenag) Sleman, hingga Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di tingkat kabupaten sampai kapanewon dan kalurahan.
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sleman Mila Harda Kiswaya menilai keterlibatan perempuan menjadi faktor penting dalam menggerakkan ekonomi daerah, khususnya melalui aktivitas konsumsi di pasar tradisional.
“Kegiatan Gempar ini bertepatan dengan Hari Kartini, Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54, dan menyambut Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, menjadi momentum yang baik bagi perempuan secara bersama ikut menggerakkan perekonomian daerah dengan berbelanja di pasar tradisional,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selain mendorong perputaran ekonomi, kegiatan tersebut juga membuka ruang interaksi langsung antara pembeli dan pedagang yang mayoritas merupakan perempuan.
Pemkab Sleman berharap, melalui GEMPAR, daya saing UMKM meningkat, pasar rakyat semakin berkembang, serta penggunaan produk dalam negeri kian meluas, sebagaimana dilansir Portal Jogja, Jumat (24/04/2026). []
Penulis: Chandra Adi N | Penyunting: Redaksi01
