Hardesnas 2026: Desa Kukar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM
KUTAI KARTANEGARA – Peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berlangsung berbeda. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kamis (15/01/2026), dan menegaskan perubahan signifikan di desa-desa Kukar dalam dua tahun terakhir.
Dalam apel bersama yang dihadiri oleh unsur kecamatan, kelurahan, dan perangkat desa, Bupati Aulia menegaskan bahwa Hardesnas merupakan bentuk nyata pengakuan pemerintah terhadap desa sebagai garda terdepan pembangunan nasional. “Desa bukan lagi objek pembangunan, tetapi subjek yang menentukan arah pertumbuhan daerah. Pemerintah hadir untuk memastikan desa memiliki ruang dan dukungan untuk berkembang,” ujarnya.
Momentum peringatan tahun ini berbeda karena Bupati Aulia menekankan hasil nyata pembangunan desa di Kukar. Berdasarkan data statistik terbaru, dari 193 desa yang tersebar di seluruh wilayah Kukar, tidak ada lagi desa berstatus sangat tertinggal maupun tertinggal, capaian yang menjadi sorotan utama apel.
Aulia menambahkan, meningkatnya indeks pembangunan desa tidak lepas dari program percepatan pembangunan berbasis komunitas, penguatan kelembagaan desa, serta pemanfaatan dana desa yang lebih tepat sasaran. Pemerintah kabupaten berkomitmen untuk melanjutkan pola pembinaan dan monitoring agar seluruh desa tetap berada pada jalur perkembangan yang berkelanjutan. “Ketahanan daerah berasal dari ketahanan desa. Jika desa maju, maka Kukar akan semakin kokoh,” tutupnya.
Setelah memimpin apel, Bupati Aulia meninjau Pojok Kuliner Desa Manunggal Jaya, yang menampilkan berbagai produk UMKM lokal. Dalam kunjungan tersebut, Aulia didampingi oleh sejumlah pejabat daerah dan perangkat desa. “Ini contoh baik bagaimana desa bisa menampilkan potensi warganya. Kuliner lokal seperti ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga soal identitas dan sumber penghidupan masyarakat,” ujar Aulia saat berdialog dengan pelaku UMKM desa.
Pojok Kuliner memamerkan produk makanan tradisional hingga olahan rumahan hasil inovasi pelaku UMKM desa. Pemerintah daerah mendorong kegiatan ini sebagai ajang promosi ekonomi lokal sekaligus sebagai ruang tumbuh bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan menambah pendapatan keluarga.
Selain mencicipi produk, Aulia mendengarkan masukan pelaku usaha terkait kebutuhan pelatihan, akses permodalan, dan pemasaran produk. Pemerintah kabupaten berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan agar UMKM desa mampu bersaing dan naik kelas.
Kepala Desa Manunggal Jaya menyampaikan bahwa Pojok Kuliner sengaja dihadirkan untuk memanfaatkan kehadiran tamu dan peserta apel Hardesnas. “Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dalam berbagai agenda desa ke depan,” ujarnya.
Dengan apresiasi langsung dari Bupati Aulia, warga berharap Pojok Kuliner Desa Manunggal Jaya dapat menjadi embrio pengembangan sentra kuliner desa yang berkelanjutan di Kutai Kartanegara. Hardesnas 2026 menunjukkan bahwa desa kini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan inovasi, dengan UMKM kuliner sebagai salah satu sektor unggulan yang mendapat perhatian penuh pemerintah daerah. []
Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Aulia Setyaningrum
