Harga Pangan 14 Oktober 2026: Cabai Makin Mahal, Ayam dan Telur Turun

0
gG7a7MPOHK

JAKARTA – Harga cabai rawit merah menembus Rp105.250 per kilogram (kg) dan cabai merah keriting mencapai Rp87.850 per kg pada Rabu (14/10/2026), berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia (BI). Kenaikan juga terjadi pada sejumlah jenis beras, daging sapi, gula pasir, bawang putih, dan minyak goreng kemasan, sementara harga daging ayam ras serta telur ayam ras justru turun.

Kenaikan paling tinggi di antara komoditas yang tercantum terjadi pada cabai merah besar, yakni sebesar 6,29 persen menjadi Rp74.400 per kg. Cabai rawit hijau menyusul dengan kenaikan 5,49 persen menjadi Rp79.700 per kg, sedangkan cabai merah keriting naik 5,34 persen menjadi Rp87.850 per kg.

Adapun cabai rawit merah mengalami kenaikan 3,19 persen menjadi Rp105.250 per kg. Pergerakan harga cabai tersebut menjadi sorotan karena sejumlah jenis cabai telah berada di atas Rp70.000 per kg berdasarkan pemantauan PIHPS.

Tekanan harga juga terlihat pada komoditas beras. Beras kualitas bawah I naik 0,34 persen menjadi Rp14.950 per kg, sedangkan beras kualitas bawah II meningkat 0,34 persen menjadi Rp14.750 per kg.

Untuk beras kualitas medium I, harga naik 0,3 persen menjadi Rp16.650 per kg dan medium II meningkat 0,3 persen menjadi Rp16.450 per kg. Sementara itu, beras kualitas super I naik 0,28 persen menjadi Rp18.000 per kg dan super II meningkat 0,29 persen menjadi Rp17.400 per kg.

Komoditas protein hewani juga menunjukkan pergerakan berbeda. Harga daging sapi kualitas I naik 0,43 persen menjadi Rp153.150 per kg, sedangkan kualitas II meningkat 0,42 persen menjadi Rp144.050 per kg. Sebaliknya, harga daging ayam ras turun 0,24 persen menjadi Rp41.350 per kg dan telur ayam ras turun 0,17 persen menjadi Rp29.700 per kg.

Pada kelompok bumbu dan kebutuhan pokok lainnya, bawang putih naik 0,13 persen menjadi Rp38.850 per kg. Gula pasir premium meningkat 0,24 persen menjadi Rp20.500 per kg, sedangkan gula pasir lokal naik 1,04 persen menjadi Rp19.400 per kg.

Harga minyak goreng kemasan juga mengalami kenaikan. Minyak goreng bermerek I naik 0,41 persen menjadi Rp24.450 per liter, sementara minyak goreng bermerek II meningkat 0,42 persen menjadi Rp23.700 per liter. Di sisi lain, minyak goreng curah masih bertahan di Rp20.400 per liter.

Bawang merah menjadi salah satu komoditas yang harganya tidak berubah, yakni Rp36.950 per kg, sama seperti hari sebelumnya.

Data PIHPS tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan harga tidak terjadi merata pada seluruh bahan pangan. Perbedaan pergerakan harga antarkomoditas membuat pemantauan harga tetap penting bagi konsumen dalam mengatur belanja harian, terutama untuk bahan pangan yang mengalami kenaikan cukup besar. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *