Harga Pangan 16 Oktober 2026: Cabai Rawit Merah Rp103.350, Daging Sapi Rp162.600
JAKARTA – Cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas pangan dengan harga tertinggi di antara bahan kebutuhan sehari-hari, mencapai Rp103.350 per kilogram pada Jumat (16/10/2026). Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang diperbarui pukul 08.25 WIB juga mencatat harga daging sapi kualitas 1 sebesar Rp162.600 per kilogram dan beras kualitas super 1 Rp17.950 per kilogram.
Perbedaan harga antarkomoditas tersebut dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk menentukan prioritas belanja dan menyesuaikan pengeluaran rumah tangga. Meski demikian, harga yang tercatat dalam data nasional tidak selalu sama dengan harga yang ditemui konsumen di pasar setempat.
Berdasarkan data PIHPS Nasional sebagaimana diberitakan Medcom, Jumat (16/10/2026), bawang merah ukuran sedang dijual dengan harga rata-rata Rp37.250 per kilogram, sedangkan bawang putih ukuran sedang mencapai Rp38.600 per kilogram.
Untuk komoditas beras, harga kualitas bawah I tercatat Rp14.900 per kilogram dan kualitas bawah II Rp14.750 per kilogram. Beras kualitas medium I dibanderol Rp16.600 per kilogram, sementara medium II sebesar Rp16.450 per kilogram. Adapun beras kualitas super II mencapai Rp17.400 per kilogram.
Di kelompok cabai, harga cabai merah besar tercatat Rp74.850 per kilogram dan cabai merah keriting Rp87.250 per kilogram. Cabai rawit hijau berada di angka Rp79.700 per kilogram, lebih rendah dibandingkan cabai rawit merah yang mencapai Rp103.350 per kilogram.
Sementara itu, harga daging ayam ras segar tercatat Rp41.160 per kilogram. Daging sapi kualitas 2 dijual Rp143.550 per kilogram, lebih rendah Rp19.050 dibandingkan daging sapi kualitas 1.
Untuk kebutuhan lainnya, gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.550 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal Rp19.300 per kilogram. Minyak goreng curah berada di angka Rp20.400 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek 1 tercatat Rp24.300 per kilogram dan kemasan bermerek 2 Rp23.600 per kilogram. Harga telur ayam ras segar mencapai Rp29.800 per kilogram.
Rincian harga tersebut memperlihatkan variasi biaya yang perlu dipertimbangkan ketika masyarakat menyusun daftar belanja mingguan. Konsumen dapat membandingkan harga antarkualitas dan menyesuaikan jumlah pembelian dengan kebutuhan agar anggaran tetap terkendali.
PIHPS Nasional menjadi salah satu rujukan untuk memantau perkembangan harga pangan. Namun, angka tersebut merupakan gambaran pada waktu pencatatan, bukan jaminan harga yang berlaku di setiap pasar. Perubahan pasokan, permintaan, dan kondisi perdagangan dapat menyebabkan harga aktual berbeda sehingga masyarakat disarankan memeriksa harga di pasar setempat sebelum berbelanja. []
Redaksi01
