Harga Pangan Melonjak, Bawang dan Cabai Jadi Pemicu Utama
JAKARTA – Tekanan inflasi pangan kembali meningkat setelah sejumlah komoditas strategis mengalami lonjakan harga signifikan pada Rabu pagi, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada bawang dan cabai, berdasarkan data resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) nasional milik Bank Indonesia (BI).
Data per pukul 09.54 WIB menunjukkan harga bawang merah ukuran sedang melonjak 16,43 persen menjadi Rp54.200 per kilogram, sementara bawang putih ukuran sedang naik 12,39 persen ke Rp44.900 per kilogram. Lonjakan ini menempatkan komoditas bumbu dapur sebagai penyumbang utama kenaikan harga pangan harian.
Selain itu, kelompok cabai juga mencatatkan kenaikan tajam. Cabai merah keriting meningkat hingga 21,86 persen menjadi Rp54.900 per kilogram, sedangkan cabai merah besar naik 9,71 persen ke Rp50.300 per kilogram. Cabai rawit merah turut terkerek 8,17 persen ke Rp82.100 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau justru turun 11,46 persen menjadi Rp44.800 per kilogram.
Di sektor pangan pokok, harga beras mengalami pergerakan variatif. Beras kualitas bawah I naik 2,41 persen menjadi Rp14.900 per kilogram dan beras kualitas bawah II naik 4,12 persen ke Rp15.150 per kilogram. Beras medium I meningkat tipis 0,31 persen ke Rp16.100 per kilogram, sedangkan beras medium II turun 0,63 persen menjadi Rp15.800 per kilogram. Untuk kategori premium, beras kualitas super I turun 1,44 persen ke Rp17.100 per kilogram dan super II naik 1,19 persen menjadi Rp17.050 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas lain seperti gula pasir premium yang naik 1,24 persen ke Rp20.450 per kilogram dan gula pasir lokal naik 0,78 persen menjadi Rp19.300 per kilogram. Minyak goreng curah tercatat naik 3,46 persen menjadi Rp20.950 per kilogram, sementara minyak goreng kemasan bermerek 1 melonjak 6,62 persen ke Rp24.950 per kilogram dan kemasan bermerek 2 naik 3,56 persen ke Rp23.250 per kilogram.
Di tengah kenaikan tersebut, harga protein hewani justru menunjukkan tren penurunan. Daging ayam ras segar turun 2,94 persen menjadi Rp39.650 per kilogram. Daging sapi kualitas 1 turun 4,26 persen ke Rp141.500 per kilogram, sedangkan kualitas 2 turun 3,65 persen menjadi Rp134.750 per kilogram. Berbeda dengan daging, harga telur ayam ras segar naik cukup tinggi, yakni 11,73 persen menjadi Rp36.200 per kilogram.
Pergerakan harga yang beragam ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan di tingkat nasional, sekaligus menjadi indikator tekanan inflasi pangan yang perlu diwaspadai dalam waktu dekat, sebagaimana dilansir Bisnis pada Rabu, (22/04/2026). Pemerintah diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan dan distribusi guna menahan lonjakan harga yang berpotensi menekan daya beli masyarakat. []
Penulis: Mutiara Nabila | Penyunting: Redaksi01
