Harga Pangan Nasional Melonjak, Beras hingga Cabai Kompak Naik
JAKARTA – Lonjakan harga pangan kembali membayangi pasar tradisional nasional. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI) pada Selasa (04/08/2026), mayoritas komoditas pangan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Kenaikan tidak hanya terjadi pada kelompok beras, tetapi juga bawang, cabai, gula, minyak goreng kemasan, hingga berbagai sumber protein hewani, sehingga berpotensi meningkatkan beban belanja masyarakat.
Data menunjukkan seluruh kategori beras mencatat kenaikan harga. Beras kualitas bawah I naik 11,49 persen menjadi Rp16.500 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II meningkat 9,28 persen menjadi Rp15.900 per kilogram.
Sementara itu, harga beras kualitas medium I melonjak 13,72 persen menjadi Rp18.650 per kilogram dan beras kualitas medium II naik 10,49 persen menjadi Rp17.900 per kilogram. Adapun beras kualitas super I tercatat naik 9,60 persen menjadi Rp19.400 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II meningkat 11,66 persen menjadi Rp19.150 per kilogram.
Tekanan harga juga terjadi pada kelompok bumbu dapur. Bawang merah ukuran sedang mencatat kenaikan tertinggi hingga 48,65 persen menjadi Rp60.650 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang turut melonjak 36,09 persen menjadi Rp57.500 per kilogram.
Pada kelompok cabai, harga cabai merah besar mengalami kenaikan paling tinggi, yakni 57,84 persen menjadi Rp77.500 per kilogram. Cabai merah keriting ikut naik 9,03 persen menjadi Rp52.500 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah meningkat 24,20 persen menjadi Rp67.500 per kilogram. Di tengah tren kenaikan tersebut, cabai rawit hijau menjadi salah satu komoditas yang justru turun 6,16 persen menjadi Rp48.750 per kilogram.
Harga minyak goreng menunjukkan pergerakan yang berbeda. Minyak goreng curah turun 3,66 persen menjadi Rp19.750 per liter. Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek I naik 15,84 persen menjadi Rp28.150 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II meningkat 9,81 persen menjadi Rp25.750 per liter.
Kelompok gula juga mencatat kenaikan. Harga gula pasir premium naik 17 persen menjadi Rp23.750 per kilogram, sementara gula pasir lokal meningkat 4,71 persen menjadi Rp20.000 per kilogram.
Kenaikan harga turut melanda komoditas protein hewani. Harga daging sapi kualitas I naik 14,16 persen menjadi Rp172.500 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II melonjak 19,63 persen menjadi Rp170.000 per kilogram. Harga daging ayam ras segar meningkat 19,80 persen menjadi Rp47.500 per kilogram dan telur ayam ras segar naik 22,80 persen menjadi Rp36.350 per kilogram.
Secara umum, lonjakan harga terjadi pada hampir seluruh komoditas pangan strategis. Berdasarkan data PIHPS BI, sebagaimana diberitakan Bisnis, Selasa (04/08/2026), hanya cabai rawit hijau dan minyak goreng curah yang masih mencatat penurunan harga di tengah tren kenaikan komoditas lainnya. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa tekanan harga pangan masih perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. []
Redaksi01
