Harga Sembako Berangsur Stabil, Telur Jadi Pengecualian
JAKARTA – Pergerakan harga pangan nasional pada Jumat (24/04/2026) menunjukkan ketimpangan antar komoditas, di mana harga telur ayam ras masih bertahan tinggi di kisaran Rp32.000 per kilogram, sementara sejumlah bahan pokok lain mulai menunjukkan tren stabil bahkan menurun.
Data panel harga pangan nasional mencatat, tekanan harga masih terasa pada komoditas protein hewani tersebut meskipun pasokan di pasar relatif tersedia. Kondisi ini menandakan adanya pengaruh dari biaya produksi dan distribusi yang belum sepenuhnya terkendali.
Di sisi lain, komoditas bawang merah mulai mengalami koreksi harga seiring membaiknya distribusi dan meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi. Penurunan ini menjadi indikator awal perbaikan keseimbangan antara suplai dan permintaan di pasar.
Sementara itu, sejumlah komoditas lain seperti cabai merah, cabai rawit, beras, minyak goreng, dan gula tercatat bergerak stabil tanpa lonjakan maupun penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Stabilitas ini dinilai mampu menahan tekanan pengeluaran rumah tangga, meskipun belum sepenuhnya meredakan dampak dari mahalnya harga telur.
Fluktuasi harga pangan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari distribusi antarwilayah, biaya logistik, hingga kondisi cuaca yang memengaruhi produksi. Permintaan yang tetap tinggi pada beberapa komoditas juga menjadi penyebab harga sulit turun dalam waktu singkat.
Dampak dari kondisi ini dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama rumah tangga yang menjadikan telur sebagai sumber protein utama. Meski sebagian harga bahan pokok mulai stabil, daya beli masyarakat masih menghadapi tekanan akibat belum turunnya harga komoditas tersebut.
Pemerintah diharapkan terus memperkuat pengawasan distribusi serta menjaga ketersediaan pasokan agar harga pangan dapat segera bergerak menuju stabilitas yang lebih merata, sebagaimana dilansir Netralnews, Jumat, (24/04/2026). []
Penulis: Ayu | Penyunting: Redaksi01
