Hari Gajian ASN Jadi Pasar Baru Produk UMKM Lokal
JAKARTA – Hari gajian aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai badan usaha milik negara (BUMN) kini diarahkan menjadi momentum rutin untuk memperluas pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Kementerian UMKM bersama Shopee Indonesia meluncurkan program “ASN Gemar Belanja” yang menghadirkan produk UMKM di lingkungan kantor kementerian dan BUMN setiap periode gajian.
Program tersebut menyasar ASN dan pegawai BUMN sebagai konsumen potensial karena memiliki pendapatan tetap serta jadwal penerimaan gaji yang relatif teratur. Produk yang ditawarkan tidak hanya dipasarkan secara daring, tetapi juga diperkenalkan secara langsung melalui stan UMKM di sejumlah kantor.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana mengatakan pola konsumsi pada saat menerima gaji dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar yang lebih terarah.
“Kami melihat bahwa memang ASN dan karyawan BUMN ini merupakan pasar yang bagus untuk UMKM. Pertama, mereka punya fixed income. Kedua, payday (hari gajian)-nya jelas,” ungkap Temmy dalam acara peluncuran “ASN Gemar Belanja” di Jakarta, Rabu (07/10/2026).
Pelaksanaan program dijadwalkan berlangsung secara offline di kantor-kantor kementerian dan BUMN pada periode gajian, antara lain setiap tanggal 1 dan 2 setiap bulan. Dengan pola tersebut, pemerintah berharap transaksi produk lokal dapat berlangsung secara rutin dan tidak hanya bergantung pada kegiatan promosi tertentu.
Kementerian UMKM bersama platform e-commerce juga melakukan kurasi terhadap pelaku UMKM yang mengikuti program. Kurasi ditujukan untuk memastikan produk yang diperkenalkan memiliki kualitas serta potensi nilai jual yang baik.
Pada peluncuran program, sebanyak 11 UMKM yang telah menjadi penjual di Shopee Indonesia membuka stan di Kantor Kementerian UMKM. Produk yang ditawarkan sekaligus menjadi contoh bagi ASN mengenai produk lokal yang telah melalui proses kurasi.
“Tujuannya apa? Untuk memperkenalkan, ‘Ini lho UKM yang bagus, produk lokal yang bagus’, supaya mereka tidak usah lagi nyari-nyari di tempat lain,” jelas Temmy.
Untuk meningkatkan minat transaksi, pemerintah juga meminta dukungan platform perdagangan elektronik berupa voucher bagi ASN yang berbelanja di stan UMKM. Setiap ASN yang bertransaksi akan memperoleh voucher Rp50.000 sesuai dengan jumlah barang yang dibeli.
Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira mengatakan pihaknya mendukung program tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat permintaan terhadap produk lokal.
“Program ini kami rancang agar minat terhadap produk lokal meningkat lewat penawaran yang terbaik, khususnya bagi para ASN. Pokoknya kita kalau yang berbau lokal kita support 100 persen gitu,” ucap dia.
Sebanyak 11 penjual Shopee yang berpartisipasi dalam peluncuran program tersebut juga telah memiliki pasar ekspor. Produk mereka rata-rata telah dikirim ke sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand.
Dengan memanfaatkan momentum gajian yang berulang setiap bulan, program “ASN Gemar Belanja” diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan promosi, tetapi dapat membentuk pola belanja yang lebih rutin terhadap produk lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM. []
Redaksi01
