Limau Asri Bidik Kopdes Merah Putih Jadi Pusat Ekonomi SP 5
MIMIKA – Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih Limau Asri Timur di kawasan SP 5, Kabupaten Mimika (Mimika), Papua Tengah, disiapkan bukan sekadar sebagai gerai kebutuhan masyarakat, tetapi sebagai pusat pengumpulan dan pemasaran hasil produksi warga. Potensi pertanian, terutama padi, menjadi salah satu kekuatan yang dinilai dapat mendorong koperasi berkembang menjadi sentra ekonomi baru di kawasan tersebut.
Pengembangan fungsi koperasi itu mengemuka dalam peninjauan perkembangan Kopdes/Kel Merah Putih Limau Asri Timur, Rabu, 7 Oktober 2026. Pemerintah bersama sejumlah pihak melihat potensi pertanian dan aset yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi warga setelah koperasi memasuki tahap operasional.
Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Petrus Pali Amba, mewakili Bupati Mimika, menyebut Limau Asri memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor pertanian. Keberadaan lahan persawahan dinilai dapat mendukung peningkatan produksi padi seiring program pencetakan sawah dari pemerintah pusat.
Jika produksi meningkat, koperasi dapat mengambil peran sebagai tempat penampungan sekaligus pemasaran hasil panen. Skema tersebut diharapkan membuat hasil pertanian warga memiliki akses pasar yang lebih kuat dan memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi masyarakat setempat.
“Kalau hasil panen padi sudah melimpah, masyarakat di kota tentu akan datang membeli beras dari Limau Asri,” jelasnya.
Selain padi, berbagai komoditas lokal seperti beras, kelapa, minyak jagung, dan hasil produksi masyarakat lainnya juga didorong untuk dikembangkan melalui koperasi. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Dinas Koperasi dan UMKM) Kabupaten Mimika Samuel Yogi mengatakan potensi tersebut perlu digali agar aktivitas koperasi benar-benar memberikan dampak terhadap perekonomian warga.
“Potensi lokal harus digali. Tujuannya bagaimana menggerakkan ekonomi lokal supaya tumbuh,” ujarnya.
Menurut Samuel, masyarakat harus ditempatkan sebagai bagian utama dalam pengelolaan koperasi. Warga tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga menjadi anggota sekaligus pemilik dan pengawas koperasi.
“Ini sambil jalan sambil belajar. Jangan di awal langsung mempertanyakan kenapa masyarakat tidak dilibatkan. Kita lihat dulu polanya seperti apa, sambil kita pelajari dan kita bangun dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mendorong masyarakat segera mendaftarkan diri sebagai anggota dengan iuran yang tetap terjangkau. Semakin besar keterlibatan warga, semakin kuat pula basis koperasi dalam menjalankan berbagai kegiatan usaha.
“Yang paling utama mereka menjadi pemilik, tetapi sekaligus konsumen dan juga ikut mengawasi. Karena koperasi ini milik mereka,” katanya.
Pengelolaan koperasi juga diarahkan untuk menerapkan administrasi, laporan keuangan, program usaha, dan pengelolaan aset secara transparan. Pengurus, ketua koperasi, serta manajer diharapkan memahami pembagian tugas agar kegiatan usaha dapat berjalan secara profesional.
Selain hasil pertanian, kendaraan yang tersedia juga dapat dijadikan aset produktif. Kendaraan tersebut berpotensi digunakan untuk mendukung distribusi barang atau dikerjasamakan dengan perusahaan ekspedisi dengan tetap memperhitungkan biaya operasional.
“Kalau kendaraan banyak yang menganggur, mungkin bisa dikontrakkan. Karena ini juga bisnis, bisnis to bisnis,” katanya.
Di sisi lain, pembangunan fasilitas Kopdes/Kel Merah Putih Limau Asri Timur masih menunggu pengiriman sejumlah material. Proses pengiriman disebut masih dalam antrean dan pihak terkait terus melakukan koordinasi agar material dapat dikirim ke lokasi pada tahun ini.
“Jadi nanti pengirimannya tahun ini. Informasinya untuk pengiriman material, kita sudah bersama dengan Pak Gandin dan saat ini masih dalam antrean,” jelas pihak terkait.
Percepatan pembangunan dinilai penting karena kesiapan fasilitas menjadi salah satu syarat pendukung sebelum koperasi beroperasi. Kepala Kampung Limau Asri Timur Adi Prasetyo berharap koperasi yang telah dibangun segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Kami sangat bersyukur karena koperasi ini sudah terbangun. Kami berharap secepatnya bisa dioperasikan sehingga masyarakat dapat menikmati manfaatnya,” ujarnya.
Adi berharap fungsi koperasi nantinya tidak terbatas pada penjualan kebutuhan sehari-hari. Koperasi juga diharapkan mampu menampung hasil usaha warga sekaligus membantu membuka akses pemasaran.
Asisten Deputi Pengawasan Penataan Usaha Naslindo Sirait mengatakan pembangunan fisik baru merupakan tahap awal. Setelah bangunan tersedia, tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi dikelola secara profesional sehingga mampu menciptakan perputaran ekonomi di lingkungan masyarakat.
“Kalau kita lihat, ini sudah cukup bagus. Secara kasat mata tentunya sudah menggambarkan sebuah harapan bahwa akan terjadi pusat ekonomi di tempat ini, akan terjadi perputaran uang dan pergerakan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Naslindo menjelaskan Kopdes/Kel Merah Putih Limau Asri Timur masih menjalani tahap verifikasi dan validasi sebelum memasuki operasional. Pemeriksaan dilakukan terhadap fasilitas, administrasi, dan perizinan untuk memastikan koperasi siap menjalankan kegiatan usaha.
“Di samping berfungsi menjadi gerai, kita juga berharap tempat ini dimanfaatkan untuk mendorong bagaimana ekonomi masyarakat bisa tumbuh,” katanya.
Pemerintah juga menyiapkan pembinaan bagi pengurus, pengawas, dan manajer agar memiliki kemampuan mengelola koperasi secara profesional. Penguatan sumber daya manusia dinilai penting agar aset yang telah tersedia tidak berhenti sebagai fasilitas, tetapi mampu menghasilkan kegiatan usaha yang berkelanjutan.
Informasi mengenai perkembangan Kopdes/Kel Merah Putih Limau Asri Timur tersebut sebagaimana diberitakan Antarpapua, Rabu, (07/10/2026).
Dengan pengelolaan yang tepat, gudang, kendaraan, dan fasilitas koperasi dapat dimanfaatkan untuk mengumpulkan, menyimpan, serta mendistribusikan hasil produksi warga. Pola tersebut diharapkan membuat manfaat ekonomi dari produksi masyarakat tetap berputar di kawasan SP 5.
Keberhasilan Kopdes/Kel Merah Putih Limau Asri Timur pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh selesainya pembangunan fasilitas, tetapi juga kemampuan masyarakat menjadi pemilik, pengelola, dan pengawas koperasi. Jika potensi pertanian dan aset usaha dapat dikelola secara profesional, koperasi berpeluang berkembang menjadi pusat ekonomi yang membuka akses pasar, menciptakan peluang usaha, dan meningkatkan nilai tambah produksi warga. []
Redaksi01
