Hotel Jakarta Butuh Lebih Banyak Konser dan Festival untuk Dongkrak Bisnis

0
dongkrak-okupansi-hotel-waka-dprd-dki-dorong-pemprov-perbanyak-konser-dan-event-internasional_329462

JAKARTA – Tekanan terhadap tarif kamar hotel mendorong industri perhotelan Jakarta meminta penguatan agenda pariwisata melalui konser musik, pameran, festival, dan kegiatan Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE). Berdasarkan survei internal Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), sekitar 40 persen hotel responden mengalami penurunan rata-rata tarif kamar harian dibandingkan 2025.

Data tersebut menjadi salah satu alasan perlunya kolaborasi lebih erat antara pelaku perhotelan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Jakarta (DKJ) untuk meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakkan ekonomi perkotaan.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKJ Basri Baco menyampaikan dorongan itu setelah menerima audiensi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IHGMA DKJ di Gedung DPRD DKJ, Kamis (08/10/2026). Pertemuan tersebut membahas kondisi usaha perhotelan sepanjang 2026, kendala operasional, serta peluang kerja sama dengan pemerintah daerah, sebagaimana diberitakan WartaKotalive, Kamis, (08/10/2026).

“Mereka (IHGMA) menyampaikan sejumlah kendala, keluhan, dan harapan terkait potensi serta peluang kolaborasi dengan Pemprov [DKI Jakarta],” ujar Sekretaris DPD Golkar DKJ itu.

Baco menilai, penambahan kegiatan yang mampu menarik banyak pengunjung dapat membantu meningkatkan tingkat hunian hotel sekaligus memberikan efek ekonomi kepada sektor usaha lain. Karena itu, agenda pariwisata perlu dirancang agar mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Khususnya, mengembangkan kegiatan pariwisata yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” bebernya.

Ia menegaskan, kegiatan berskala besar menjadi salah satu langkah yang bisa ditempuh untuk membantu pelaku usaha perhotelan menghadapi tekanan bisnis.

“Jadi yang bisa menolong teman-teman hotel adalah kita harus memperbanyak kegiatan,” katanya.

Meski demikian, Baco mengingatkan bahwa pelaksanaan kegiatan besar membutuhkan perencanaan matang. Kesiapan anggaran dan konektivitas transportasi juga harus diperhatikan agar pengunjung dapat menjangkau lokasi acara dengan lancar.

“Begitu pula dengan anggaran dan konektivitas transportasi yang menunjang mobilitas pengunjung,” urainya.

Selain persoalan pariwisata, Baco meminta industri perhotelan ikut berperan dalam penanganan masalah lingkungan, terutama pengelolaan sampah dari sektor hotel, restoran, dan kafe. Ia menilai, upaya tersebut perlu mencakup kebijakan yang menyasar sumber atau penghasil sampah, tidak hanya pemilahan.

“Perlu juga ada kebijakan terkait sumber sampa atau penghasil sampah selain pilah sampah,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua IHGMA DKJ Nyoman Iswara mengatakan audiensi tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku industri untuk menyampaikan kondisi usaha sekaligus menjajaki program bersama pemerintah daerah.

“Termasuk mencari peluang kerja sama dengan pemerintah daerah. Kongkritnya hal-hal yang mesti dilakukan bersama pemangku kepentingan di Pemprov,” ujarnya.

Survei internal IHGMA juga menunjukkan bahwa 50 persen hotel responden mencatat rata-rata lama menginap tamu berkisar 1,5 hingga 1,9 malam. Sementara itu, sebanyak 68,2 persen responden menilai pengembangan sektor MICE sebagai kebutuhan prioritas industri perhotelan.

Dari sisi kesiapan kolaborasi, IHGMA menyebut sebagian besar anggotanya di Jakarta bersedia terlibat dalam program bersama pemerintah daerah, termasuk promosi kegiatan MICE.

“81,8 persen responden anggota IHGMA Jakarta menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Pemprov DKI. Menjalankan program Bersama. Termasuk promosi kegiatan MICE,” pungkasnya.

Data tersebut memperlihatkan adanya peluang untuk memperkuat daya tarik Jakarta sebagai destinasi bisnis dan pariwisata. Kolaborasi yang didukung agenda acara, transportasi memadai, serta pengelolaan lingkungan diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan industri perhotelan dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *