HUT Damkar ke-107 di Paser, Edukasi Kebakaran Lewat Lomba dan Simulasi

Peringatan HUT Damkar ke-107 di Paser diisi kegiatan edukatif mulai dari lomba anak hingga simulasi kebakaran guna meningkatkan kesadaran masyarakat.

PASER – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ke-107 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Paser (Paser) berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan edukatif yang melibatkan ratusan siswa dan masyarakat umum di Plaza Kandilo, Tana Paser, Senin (13/04/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di ruang terbuka tersebut menghadirkan edukasi kebakaran sejak usia dini hingga simulasi penanganan darurat bagi masyarakat, sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran di lingkungan rumah tangga.

Salah satu agenda utama yakni lomba mewarnai bertema “Anak Hebat, Sekolah Aman dari Bahaya Kebakaran” yang diikuti siswa tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), Bustanul Athfal (BA), dan Taman Athfal (TA) se-Paser. Sebanyak 58 TK dan RA dari Kecamatan Tanah Grogot, Pasir Belengkong, dan Batu Sopang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Paser, Wahidah, menyampaikan setiap sekolah mengirimkan enam peserta yang terbagi dalam dua kategori lomba, sehingga total peserta mencapai lebih dari 100 anak.

“Total ada sekitar 58 TK dan RA yang berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya mengasah kreativitas anak, tetapi juga menjadi sarana edukasi dini tentang bahaya kebakaran melalui metode penyampaian sederhana yang mudah dipahami anak usia dini.

Suasana kegiatan berlangsung meriah sejak pagi hari. Sebelum lomba dimulai, peserta mengikuti senam bersama dan bernyanyi untuk membangun semangat. Kegiatan ditutup dengan sesi Siram Ceria, yakni permainan air yang dikemas sebagai edukasi interaktif oleh petugas pemadam kebakaran.

Selain lomba, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Paser juga menggelar simulasi penanganan kebakaran dini yang menyasar masyarakat umum. Dalam simulasi tersebut, petugas memperagakan berbagai skenario kebakaran yang kerap terjadi di lingkungan rumah tangga, seperti kebakaran akibat kompor gas dan minyak panas.

Petugas Damkar Paser, Suprapto, menekankan pentingnya ketenangan dalam menghadapi situasi darurat, karena kepanikan sering menjadi penyebab kesalahan dalam penanganan awal kebakaran.

“Satu syarat utamanya, jangan panik. Tenang dan lakukan langkah yang benar, seperti menggunakan kain basah atau melepas regulator gas jika terjadi kebocoran,” ujarnya.

Dalam simulasi tersebut, petugas juga memperagakan teknik pemadaman menggunakan kain atau karung basah dengan metode menutup sumber api guna memutus suplai oksigen. Selain itu, diperagakan pula penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara tepat.

Petugas Damkar lainnya, Nurul, mengingatkan masyarakat agar tidak menyiram air pada kebakaran yang berasal dari minyak panas karena dapat memicu api semakin besar.

“Api dari minyak panas tidak boleh disiram air karena bisa menyebabkan luapan api yang lebih besar,” jelasnya.

Simulasi juga mencakup edukasi penanganan kebocoran gas Liquefied Petroleum Gas (LPG), termasuk pentingnya ventilasi udara dan menjauhkan sumber api dari lokasi kebocoran.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba, penyerahan hadiah, serta sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, Damkar Paser berharap kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran dapat terus meningkat, mulai dari usia dini hingga tingkat rumah tangga. []

Penulis: Darwanti| Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *