Pemkab Paser Siapkan 1.100 Bantuan Nelayan 2026, Produktivitas Digenjot

Pemkab Paser melalui DKP menyiapkan 1.100 bantuan sarana perikanan tahun 2026 dengan pengawasan ketat guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.

PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menargetkan penyaluran 1.100 unit bantuan sarana dan prasarana perikanan pada tahun anggaran 2026 guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan di daerah tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap DKP Paser, Agustina Mulyana, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berupa paket lengkap, meliputi alat tangkap, kapal, serta mesin kapal. Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan proposal yang diajukan oleh kelompok nelayan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Paser, Agustina Mulyana,

“Proposal bantuan untuk tahun anggaran 2026 harus sudah masuk satu tahun sebelumnya, yakni pada 2025, agar dapat diproses sesuai mekanisme penganggaran dan kebutuhan riil nelayan,” ujar Agustina dalam wawancara, Senin (13/04/2026).

Ia menambahkan, mekanisme tersebut dirancang untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Selain penyaluran bantuan baru, DKP Paser juga melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap bantuan yang telah diberikan guna memastikan pemanfaatannya berjalan optimal.

Agustina menegaskan bahwa pihaknya melarang keras praktik penjualan bantuan oleh penerima. “Pengawasan di lapangan terus kami lakukan untuk memastikan bantuan tidak diperjualbelikan dan tetap dimanfaatkan oleh nelayan yang berhak,” katanya.

Proses verifikasi dilakukan sejak tahap pengajuan hingga setelah bantuan disalurkan sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas program.

Di sisi lain, aktivitas operasional nelayan di Paser menunjukkan intensitas yang cukup tinggi. Rata-rata nelayan melaut selama 21 hari dalam sebulan, dengan waktu libur yang umumnya jatuh pada hari Jumat.

Kebutuhan bahan bakar nelayan berkisar antara 10 hingga 20 liter per hari atau per perjalanan, tergantung jarak tempuh dan jenis alat tangkap yang digunakan. Pola melaut pun bervariasi, mulai dari jarak dekat hingga wilayah tangkapan yang lebih jauh.

Sebagian nelayan bekerja secara musiman, seperti pada musim udang yang berlangsung sekitar dua minggu. Kondisi ini turut memengaruhi pola produksi dan pendapatan nelayan.

Untuk distribusi hasil tangkapan, nelayan Paser telah menjangkau sejumlah wilayah di Kalimantan, seperti Balikpapan dan Samarinda. Sementara itu, komoditas budidaya seperti ikan bandeng dipasarkan hingga Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Adapun beberapa jenis ikan tertentu masih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Pemkab Paser berharap penyaluran bantuan yang terencana dan pengawasan yang konsisten dapat memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir. []

Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *