IHSG Awali Perdagangan di Zona Merah, Terkoreksi ke Level 6.175
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (28/07/2026) di zona merah setelah pelaku pasar memilih bersikap hati-hati menghadapi sejumlah agenda ekonomi global yang dinilai berpotensi memengaruhi arah pasar keuangan. Di sisi domestik, perhatian investor juga tertuju pada transisi kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) setelah pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.175,19 atau terkoreksi 0,17 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 6.185,78. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp115,33 miliar dengan volume perdagangan mencapai 277,43 juta saham dalam 26.204 kali transaksi. Sebanyak 205 saham menguat, 97 saham melemah, sedangkan 317 saham bergerak stagnan.
Pergerakan pasar tersebut dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik. Dari luar negeri, investor menantikan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS). Selain itu, pasar juga menunggu rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar AS yang diperkirakan akan memberikan gambaran kondisi ekonomi global.
Sementara itu, dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada perkembangan pascapengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI. Dalam keterangan resmi BI, pengunduran diri tersebut dilakukan atas keinginan pribadi.
“Pengunduran diri Saudara Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia secara sukarela karena alasan pribadi,” sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia, Senin (27/07/2026).
Mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang terakhir diubah melalui UU Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, Dewan Gubernur BI menetapkan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai pejabat Gubernur BI sementara melalui Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 26 Juli 2026.
BI menegaskan seluruh fungsi kelembagaan tetap berjalan normal, termasuk menjaga stabilitas nilai rupiah, stabilitas sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Sentimen positif lain datang dari keputusan Presiden Prabowo Subianto yang meminta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dilibatkan dalam setiap rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Kebijakan tersebut diharapkan memperkuat koordinasi antarlembaga sehingga setiap keputusan tidak hanya mempertimbangkan aspek fiskal dan moneter, tetapi juga dampaknya terhadap investasi dan sektor riil.
Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas di Istana Negara.
“Ke depan KSSK diminta melibatkan Danantara dalam setiap pengambilan keputusan agar kebijakannya memiliki dampak langsung terhadap perekonomian, tidak hanya dari sisi fiskal dan moneter, tetapi melihat keseluruhan ekosistem,” ujar Rosan.
Menurut Rosan, Danantara akan mulai mengikuti rapat rutin KSSK setiap bulan. Kehadiran lembaga tersebut diharapkan memperkuat sinergi kebijakan ekonomi nasional sekaligus mendorong terciptanya iklim investasi yang lebih kondusif.
Di kawasan regional, mayoritas bursa saham Asia juga memulai perdagangan dengan pelemahan. Investor memilih menunggu kepastian hasil rapat FOMC, data ekonomi terbaru, serta laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi global. Indeks Kospi Korea Selatan turun 5,93 persen, Nikkei 225 Jepang melemah 0,65 persen, Topix terkoreksi 0,63 persen, sedangkan S&P/ASX 200 Australia turun 0,38 persen.
Pelaku pasar juga mencermati pergerakan harga minyak mentah dan pasar obligasi AS. Harga minyak mentah Brent kembali berada di bawah US$90 per barel di tengah meredanya ketegangan antara AS dan Iran, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke kisaran 4,65 persen. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan menjadi faktor yang memengaruhi arah pergerakan pasar keuangan dalam beberapa hari ke depan. []
Redaksi01
