IHSG Dibuka Melemah, Saham CPIN hingga BUMI Masuk Top Losers LQ45

JAKARTA – Pergerakan saham di jajaran indeks LQ45 menjadi salah satu sorotan pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 9 September 2026. Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat sebagai tiga saham dengan penurunan terbesar dalam kelompok tersebut dan ikut menahan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada pukul 09.03 Waktu Indonesia Barat (WIB), IHSG berada di level 6.685,49 atau melemah tipis 0,01 persen. Pergerakan itu terjadi setelah indeks sempat dibuka menguat pada awal sesi perdagangan.

Tekanan terhadap IHSG datang dari sejumlah indeks sektoral yang bergerak turun. Beberapa di antaranya ialah IDX Kesehatan, IDX Konsumer Primer, IDX Teknologi, dan IDX Barang Konsumer Non-Primer.

Data perdagangan menunjukkan aktivitas transaksi pasar saham cukup ramai pada menit-menit awal. Total volume perdagangan mencapai sekitar 2,3 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp959,07 miliar.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 181 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, 296 saham tercatat menguat dan 233 saham lainnya bergerak stagnan.

Sebagaimana diberitakan Kontan, Rabu, (09/09/2026), posisi saham dengan tekanan terbesar di indeks LQ45 ditempati CPIN. Saham tersebut terkoreksi 2,10 persen menjadi Rp3.270 per saham.

Di posisi berikutnya terdapat EMTK yang turun 1,92 persen menjadi Rp510 per saham. Sementara BUMI mengalami penurunan 0,88 persen ke level Rp224 per saham.

Pergerakan saham-saham tersebut menunjukkan bahwa pelemahan IHSG pada awal sesi tidak terjadi secara merata di seluruh pasar. Sejumlah saham justru mampu mencatatkan kenaikan dan memberikan dorongan terhadap indeks, meskipun pengaruhnya belum cukup kuat untuk membawa IHSG bertahan di zona positif.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi saham dengan kenaikan terbesar di LQ45 pada awal perdagangan. Saham AMMN menguat 2,36 persen ke Rp4.780 per saham.

Penguatan berikutnya dicatatkan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang naik 1,56 persen menjadi Rp975 per saham. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga berada di jajaran saham dengan kinerja positif setelah meningkat 1,07 persen ke Rp945 per saham.

Kondisi tersebut membuat pasar saham domestik bergerak dalam ruang yang relatif terbatas pada awal sesi. Selisih antara jumlah saham yang menguat dan melemah menunjukkan adanya aktivitas pembelian di sejumlah emiten, tetapi tekanan pada beberapa sektor dan saham berkapitalisasi besar masih membuat IHSG belum mampu melanjutkan penguatan secara penuh.

Pergerakan selanjutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat apakah tekanan pada saham-saham yang mengalami koreksi dapat berlanjut atau justru berbalik arah. Pada saat yang sama, penguatan AMMN, NCKL, dan CUAN menjadi indikator bahwa masih terdapat saham-saham yang mampu menarik minat beli investor di tengah pergerakan indeks yang tipis. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *