Jadwal Damri Tana Tidung 9 September: Cek Jam dan Tarifnya
TANA TIDUNG – Penumpang dari Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang hendak bepergian menuju Tanjung Selor maupun Malinau memiliki beberapa pilihan keberangkatan Bus Perusahaan Umum (Perum) Damri pada Rabu, 9 September 2026. Selain jadwal yang berbeda, tarif perjalanan juga disesuaikan dengan tujuan dan titik naik-turun penumpang.
Untuk tujuan Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan, Damri menyediakan satu keberangkatan dari wilayah KTT pada pukul 10.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Sementara itu, perjalanan menuju Malinau tersedia dua kali dalam sehari, yakni pada pukul 08.00 WITA dan 15.00 WITA.
Informasi mengenai jadwal dan tarif tersebut menjadi penting bagi calon penumpang karena setiap rute memiliki ketentuan biaya yang berbeda. Tarif perjalanan menuju Tanjung Selor, misalnya, berada pada kisaran Rp50 ribu hingga Rp85 ribu, bergantung pada titik keberangkatan dan tujuan akhir penumpang.
Sebagaimana diberitakan Tribunkaltara, Rabu, (09/09/2026), Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Tana Tidung Arief Prasetiawan mengatakan keberadaan trayek Damri membantu masyarakat memperoleh alternatif angkutan umum dengan biaya yang relatif terjangkau.
“Pastinya kami sangat berterima kasih ya, dengan adanya trayek Damri ini masyarakat bisa keluar daerah dengan tarif yang lebih murah, dan barang yang dibawa pun bisa cukup banyak,” ujar Arief.
Untuk perjalanan dari Tideng Pale menuju Tanjung Selor, tarif yang berlaku sebesar Rp85 ribu. Harga yang sama juga dikenakan bagi penumpang yang berangkat dari Sesayap menuju Tanjung Selor.
Adapun perjalanan Tideng Pale menuju Panca Agung atau Pimping dikenai tarif Rp80 ribu. Penumpang dari Sekatak Buji menuju Tanjung Selor juga membayar Rp85 ribu, sedangkan perjalanan Panca Agung menuju Tanjung Selor dipatok Rp60 ribu.
Sementara itu, perjalanan dari Tideng Pale menuju Sekatak Buji menjadi salah satu pilihan dengan tarif lebih rendah, yakni Rp50 ribu.
Dari sisi waktu perjalanan, bus dari Kecamatan Sesayap menuju Tanjung Selor diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat jam. Bus pada rute tersebut memiliki kapasitas hingga 45 penumpang.
Berbeda dengan rute Tanjung Selor, perjalanan KTT menuju Malinau tersedia dua kali setiap hari. Keberangkatan pertama dijadwalkan pada pukul 08.00 WITA, sedangkan bus kedua berangkat pada pukul 15.00 WITA.
Tarif perjalanan KTT-Malinau ditetapkan Rp40 ribu untuk setiap penumpang. Bus juga melayani penumpang yang menuju sejumlah wilayah yang berada di sepanjang jalur perjalanan.
Penumpang yang turun di Desa Seputuk, Desa Belayan Ari, maupun Desa Kapuak dikenai tarif Rp20 ribu. Sementara perjalanan menuju Sesua dikenai tarif Rp30 ribu.
Kapasitas bus pada rute KTT-Malinau lebih kecil dibandingkan rute Tanjung Selor, yakni 19 penumpang. Waktu tempuh perjalanan diperkirakan sekitar satu setengah jam.
Perbedaan jadwal, kapasitas, dan tarif tersebut membuat calon penumpang perlu menentukan rute serta titik keberangkatan sesuai kebutuhan. Masyarakat yang akan menggunakan layanan Damri juga dapat menyesuaikan waktu perjalanan dengan dua pilihan keberangkatan untuk tujuan Malinau dan satu jadwal keberangkatan menuju Tanjung Selor. []
Redaksi01
