IHSG Ditutup Merah, DEWA, HRTA, dan WIFI Jadi Top Losers LQ45

0
697fd84aa21d9

JAKARTA – Pelemahan merata di seluruh sektor saham menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,33 persen ke level 5.863,78 pada penutupan perdagangan Kamis (15/10/2026). Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menjadi tiga saham dengan penurunan terdalam di indeks LQ45.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG kehilangan 79,24 poin setelah sehari sebelumnya ditutup menguat. Tekanan jual terlihat dari dominasi saham yang melemah, dengan 567 saham terkoreksi, sedangkan 108 saham menguat dan 120 saham tidak berubah.

Sektor barang konsumen nonprimer mencatat penurunan terdalam sebesar 3,20 persen. Berikutnya, sektor energi melemah 3,00 persen, sektor perindustrian turun 2,43 persen, infrastruktur terkoreksi 2,41 persen, serta transportasi turun 2,06 persen.

Tekanan juga terjadi pada sektor barang baku yang melemah 1,68 persen, properti dan real estat turun 1,41 persen, teknologi terkoreksi 1,29 persen, serta barang konsumen primer turun 1,14 persen. Sementara itu, sektor keuangan melemah 0,64 persen dan kesehatan turun 0,15 persen.

Sebagaimana diberitakan Kontan, Kamis, (15/10/2026), aktivitas transaksi saham di BEI mencapai volume 35,02 miliar saham dengan nilai transaksi Rp13,21 triliun. Meski nilai transaksi tersebut mencerminkan aktivitas perdagangan yang besar, pergerakan mayoritas saham yang melemah tetap menjadi tekanan utama bagi indeks.

Di jajaran saham LQ45, DEWA mencatat penurunan paling dalam sebesar 7,88 persen ke Rp304 per saham. HRTA menyusul dengan koreksi 6,40 persen ke Rp1.900 per saham, sedangkan WIFI turun 5,84 persen ke Rp1.290 per saham.

Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham LQ45 masih mampu bergerak positif. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 1,39 persen ke Rp4.390 per saham, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menguat 1,28 persen ke Rp790 per saham, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 1,00 persen ke Rp25.250 per saham.

Pelemahan lintas sektor dan dominasi saham yang terkoreksi menunjukkan tekanan pasar tidak hanya terkonsentrasi pada satu kelompok industri. Pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat apakah tekanan jual berlanjut atau mulai mereda. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *