IHSG Rebound 1,36 Persen ke 6.118,86, GOTO Pimpin Transaksi
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan tekanan pada awal perdagangan dan ditutup menguat 1,36 persen ke level 6.118,86 pada Senin (05/10/2026). Penguatan indeks menunjukkan aksi beli kembali mampu mendorong pasar saham domestik ke zona positif hingga akhir perdagangan.
IHSG tercatat naik 81,97 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Pergerakan indeks sempat berada di zona merah pada awal sesi sebelum berbalik arah dan mempertahankan penguatan sampai perdagangan berakhir.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga terbilang ramai. Total volume perdagangan mencapai 409,77 juta lot dengan nilai transaksi Rp9,97 triliun dan frekuensi sebanyak 1,65 juta kali.
Pada pasar reguler, volume transaksi tercatat 400,43 juta lot dengan nilai Rp9,25 triliun. Sementara transaksi negosiasi mencapai 9,06 juta lot dengan nilai Rp722,26 miliar.
Dari sisi saham dengan kenaikan terbesar, AKKU milik Anugerah Kagum Karya Utama memimpin dengan lonjakan 35 persen atau 14 poin ke level 54. PPRI milik Paperocks Indonesia menyusul dengan kenaikan 34,78 persen menjadi 186.
Kenaikan signifikan juga dicatat KKES milik Kusuma Kemindo Sentosa sebesar 34,62 persen ke level 70, disusul BLTZ milik Graha Layar Prima yang naik 25 persen menjadi 4.500 dan MITI milik Mitra Investindo yang menguat 25 persen ke level 350.
Namun, sejumlah saham justru bergerak berlawanan. INTD milik Inter-Delta menjadi saham dengan penurunan terdalam, yakni 14,95 persen ke level 330. SONA milik Sona Topas Tourism Industry turun 14,89 persen menjadi 3.200.
FORU milik Fortune Indonesia melemah 14,72 persen ke level 139, sedangkan JAWA milik Jaya Agra Wattie turun 11,93 persen menjadi 155 dan TIRA milik Tira Austenite terkoreksi 10,65 persen ke level 302.
Dari nilai transaksi, GOTO milik GoTo Gojek Tokopedia menjadi saham dengan nilai perdagangan terbesar, mencapai Rp560,50 miliar. Posisi berikutnya ditempati BBCA milik Bank Central Asia sebesar Rp551,44 miliar, BBRI milik Bank Rakyat Indonesia (Persero) Rp417,86 miliar, BMRI milik Bank Mandiri (Persero) Rp355,89 miliar, dan AMMN milik Amman Mineral Internasional Rp282,69 miliar.
Sementara berdasarkan volume perdagangan, GOTO mencatat transaksi terbesar dengan 189,49 juta lembar saham. Berikutnya BUMI milik Bumi Resources sebanyak 15,16 juta lembar, DADA milik Diamond Citra Propertindo 10,97 juta lembar, COCO milik Wahana Interfood Nusantara 7,87 juta lembar, serta KIJA milik Kawasan Industri Jababeka sebanyak 6,09 juta lembar.
Penguatan IHSG berlangsung di tengah kondisi bursa regional yang juga positif. Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance, Nikkei 225 Jepang menguat 2,41 persen ke 69.986, Hang Seng Hong Kong naik 0,28 persen ke 24.040,34, SSE Composite China bertambah 0,31 persen ke 3.842,19, dan Straits Times Singapura naik 0,53 persen ke 5.664,76.
Namun, penguatan pasar saham domestik tersebut berlangsung beriringan dengan pelemahan nilai tukar rupiah. Rupiah ditutup pada level Rp17.915 per dolar AS, melemah 89,1 poin atau 0,50 persen dibandingkan posisi pembukaan di Rp17.825,9 per dolar AS.
Pergerakan yang berlawanan antara pasar saham dan rupiah menjadi dinamika penting dalam perdagangan awal pekan. IHSG yang mampu berbalik menguat memberikan sinyal positif dari pasar saham, sementara tekanan terhadap rupiah masih menjadi perhatian dalam perkembangan pasar keuangan domestik, sebagaimana diberitakan Kumparan, Senin (05/10/2026). []
Redaksi01
