IHSG Sesi I Anjlok 0,55 Persen, Mayoritas Sektor Tertekan
JAKARTA – Tekanan jual meluas di pasar saham domestik pada perdagangan sesi I Rabu (07/10/2026), dengan mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir melemah dan menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,55 persen ke level 6.158,78.
Penurunan IHSG terjadi setelah indeks sempat dibuka di zona hijau. Berdasarkan data BEI melalui RTI Business, pelemahan terutama dipicu sektor energi yang turun 1,38 persen dan sektor perindustrian sebesar 1,33 persen.
Tekanan berikutnya datang dari sektor properti dan real estat yang terkoreksi 0,92 persen, infrastruktur 0,91 persen, serta barang baku 0,79 persen. Sektor kesehatan juga melemah 0,65 persen, disusul transportasi 0,42 persen dan barang konsumer nonprimer 0,40 persen.
Di tengah tekanan mayoritas sektor, sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang mampu mencatat penguatan pada perdagangan sesi I. Namun, kenaikan tersebut belum cukup untuk menahan pelemahan IHSG secara keseluruhan.
Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi saham di BEI mencapai 32,1 miliar saham dengan nilai transaksi Rp31,6 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 345 saham terkoreksi, 261 saham menguat, dan 181 saham bergerak stagnan.
Tekanan terhadap saham-saham unggulan terlihat dari pergerakan sejumlah konstituen indeks LQ45. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni 3,23 persen ke Rp30 per saham.
Setelah GOTO, PT United Tractors Tbk (UNTR) melemah 2,98 persen menjadi Rp25.225 per saham. Sementara PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) turun 2,51 persen ke Rp2.330 per saham.
Meski demikian, sejumlah saham LQ45 masih mampu bergerak positif dan memberikan penahan terhadap tekanan indeks. PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatat kenaikan 1,85 persen ke Rp2.760 per saham.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga menguat 1,75 persen ke Rp2.320 per saham, sedangkan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik 1,09 persen menjadi Rp6.925 per saham.
Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan IHSG pada sesi I tidak terjadi secara merata. Pelemahan sektor energi, perindustrian, properti dan real estat, serta infrastruktur menjadi faktor dominan, sementara sektor keuangan dan sejumlah saham unggulan masih mampu mencatat penguatan. Data perdagangan tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Rabu, (07/10/2026). []
Redaksi01
