IHSG Sesi I Melemah ke 6.378, Sektor Transportasi Justru Melonjak

JAKARTA – Pergerakan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (10/08/2026) menunjukkan tekanan yang cukup luas pada sebagian besar sektor saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah 0,49 persen atau 31,255 poin menjadi 6.378,399 pada penutupan perdagangan sesi pertama pukul 12.00 WIB.

Tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang bergerak turun. Sebanyak 315 saham terkoreksi, sedangkan 275 saham menguat dan 203 saham lainnya bergerak flat. Kondisi tersebut menunjukkan sentimen negatif masih mendominasi perdagangan hingga pertengahan sesi.

Pelemahan IHSG terutama berasal dari sektor perindustrian yang menjadi kelompok dengan penurunan terdalam. Indeks sektor tersebut terkoreksi 1,09 persen pada sesi pertama.

Tekanan berikutnya datang dari IDX Sektor Barang Konsumer Primer yang turun 0,82 persen. IDX Sektor Teknologi menyusul dengan pelemahan 0,67 persen, sementara IDX Sektor Infrastruktur dan IDX Sektor Energi masing-masing turun 0,51 persen dan 0,34 persen.

Sejumlah sektor lain juga berada di zona merah. IDX Sektor Properti dan Real Estat melemah 0,29 persen, IDX Sektor Barang Konsumer Non-Primer turun 0,26 persen, sedangkan IDX Sektor Barang Baku terkoreksi 0,25 persen.

Pelemahan juga terjadi pada IDX Sektor Keuangan sebesar 0,16 persen dan IDX Sektor Kesehatan sebesar 0,12 persen. Dengan demikian, hampir seluruh kelompok sektoral memberikan tekanan terhadap pergerakan indeks utama BEI.

Di tengah dominasi sektor yang melemah, IDX Sektor Transportasi dan Logistik justru bergerak berlawanan arah. Sektor tersebut melonjak 4,88 persen dan menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan pada perdagangan sesi pertama.

Aktivitas transaksi investor juga tetap tinggi. Hingga akhir sesi pertama, volume perdagangan saham tercatat mencapai 32,98 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp11,6 triliun.

Pada kelompok saham yang tergabung dalam Indeks LQ45, tekanan terbesar terjadi pada PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), yang turun 2,83 persen. Selanjutnya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melemah 2,73 persen dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terkoreksi 2,59 persen.

Sebaliknya, sejumlah saham LQ45 masih mampu mencatatkan kenaikan cukup signifikan. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan 3,40 persen. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) menyusul dengan penguatan 3,15 persen, sedangkan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 2,79 persen.

Pergerakan yang tidak seragam tersebut memperlihatkan bahwa tekanan pada IHSG tidak terjadi secara merata pada seluruh saham. Sektor transportasi dan logistik serta sejumlah saham tertentu masih mampu mencatatkan penguatan meskipun indeks utama berada di zona merah.

Data perdagangan tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Senin (10/08/2026), sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas transaksi tetap berlangsung aktif di tengah koreksi indeks. Investor selanjutnya akan mencermati arah perdagangan pada sesi kedua untuk melihat apakah tekanan jual berlanjut atau mulai mereda.

Perubahan posisi IHSG hingga akhir sesi pertama juga menjadi perhatian pelaku pasar karena indeks sebelumnya masih mampu bergerak menguat pada awal perdagangan. Pergerakan sektor dan saham unggulan pada paruh kedua perdagangan akan menjadi faktor penting yang menentukan arah penutupan IHSG pada akhir hari. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *