Indonesia Gandeng Kanada Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperluas kerja sama internasional dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Co-operative Development Foundation of Canada (CDF Kanada) untuk memperkuat ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transfer pengetahuan pengelolaan koperasi modern dari Kanada ke Indonesia guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan koperasi di tingkat desa.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Direktur Eksekutif CDF Kanada Benoit Andre di kantor Kemenkop, Jakarta, Kamis, (23/04/2026), yang dihadiri jajaran kedua pihak. Kerja sama ini menempatkan Indonesia dalam posisi aktif mempelajari praktik terbaik pengelolaan koperasi global, terutama dari Kanada yang dikenal memiliki ekosistem koperasi kuat dan berkelanjutan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat menjadi jembatan pembelajaran bagi pengembangan koperasi di Indonesia. “Pengalaman sukses beberapa koperasi di Kanada tentu diharapkan bisa menjadi pelajaran dan pengembangan untuk koperasi di Indonesia, khususnya juga bagi kegiatan operasional dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Ferry sebagaimana dilansir Sumber Berita, Kamis, (23/04/2026).

Ia menegaskan bahwa fokus utama kolaborasi adalah peningkatan kapasitas SDM koperasi serta penguatan kelembagaan agar KDKMP dapat menjadi motor ekonomi desa. Selain itu, kerja sama ini juga menyasar pengembangan kompetensi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi bagian dari rantai pasok koperasi.

“Salah satu bentuk kerja sama nantinya terkait dengan pengembangan kapasitas bagi SDM yang ada di koperasi-koperasi di Indonesia. Kemudian juga pengembangan kompetensi dan SDM dari pelaku usaha kecil menengah yang menyuplai koperasi,” ujarnya.

Ferry juga menilai pengalaman Kanada penting karena negara tersebut konsisten berada dalam daftar Top 300 World Cooperative Monitor, yang mencerminkan kekuatan koperasi dalam sektor produksi, distribusi, hingga ritel. Ia menambahkan bahwa kerja sama ini turut memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Kanada dalam bidang cooperative development.

“Ini sekaligus untuk memperkuat hubungan bilateral di antara kedua negara yang di dalamnya termasuk dalam cooperative development,” ucap Ferry.

Sementara itu, Direktur Eksekutif CDF Kanada Benoit Andre menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung pengembangan koperasi di Indonesia melalui berbagi pengalaman dan kompetensi. “Kami siap memberikan dukungan melalui kompetensi yang kami miliki dan siap membantu keberhasilan koperasi. Jadi ini adalah langkah awal yang sangat bagus,” ujar Benoit.

CDF Kanada sendiri merupakan lembaga yang berfokus pada pengembangan koperasi global dan telah berpengalaman mendampingi berbagai negara dalam memperkuat sistem koperasi berbasis komunitas. Melalui kerja sama ini, Kemenkop berharap terjadi percepatan adopsi praktik terbaik internasional untuk memperkuat KDKMP sebagai pilar ekonomi desa di Indonesia.

Dengan kolaborasi ini, pemerintah menargetkan terciptanya koperasi desa yang lebih profesional, adaptif, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai instrumen pembangunan ekonomi berbasis masyarakat di tingkat akar rumput. []

Penulis: Aria Ananda | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *