IPO Anthropic Guncang Wall Street, Saham AI Melonjak
Pengajuan IPO pengembang Claude membangkitkan optimisme investor, tetapi kerugian besar dan tingginya biaya pengembangan AI menjadi sorotan.
NEW YORK – Rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) perusahaan kecerdasan buatan Anthropic menjadi perhatian utama investor global pada Selasa (27/10/2026), setelah pengumuman prospektus perusahaan tersebut mendorong penguatan saham teknologi di Wall Street dan meningkatkan optimisme pasar Asia.
Anthropic, perusahaan pengembang model kecerdasan buatan Claude, memublikasikan dokumen IPO pada Senin (26/10/2026) waktu Amerika Serikat. Langkah tersebut membuka jalan bagi potensi pencatatan saham bernilai sangat besar sekaligus menjadi ujian terhadap kepercayaan investor pada industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Berdasarkan laporan Reuters, prospektus Anthropic mengungkapkan pendapatan sekitar 16,3 miliar dolar AS sepanjang semester pertama 2026. Namun, perusahaan juga mencatat kerugian bersih sekitar 80,7 miliar dolar AS, yang sebagian besar dipengaruhi penyesuaian nilai instrumen utang konversi.
Pengumuman tersebut disambut positif di pasar saham Amerika Serikat. Saham Nvidia menguat hampir 3 persen, sedangkan Microsoft dan Amazon masing-masing naik sekitar 1 persen dalam perdagangan Senin.
Indeks semikonduktor Philadelphia juga melonjak lebih dari 3 persen. Penguatan turut terjadi pada sejumlah perusahaan teknologi, termasuk AMD, Broadcom, dan Micron. Kinerja tersebut membantu mendorong indeks S&P 500 naik 0,70 persen ke posisi 7.676,77 dan Nasdaq Composite menguat sekitar 0,83 persen menjadi 26.169,38 pada penutupan Senin (26/10/2026).
Indeks Dow Jones Industrial Average juga meningkat 0,28 persen menjadi 52.361,58. Sentimen positif meluas ke kawasan Asia pada perdagangan Selasa. Investor merespons rencana IPO Anthropic sembari menantikan laporan keuangan perusahaan teknologi besar dan keputusan suku bunga sejumlah bank sentral dunia.
Namun, antusiasme tersebut juga dibayangi kekhawatiran mengenai besarnya pembiayaan pengembangan AI, kebutuhan infrastruktur komputasi, dan kemampuan perusahaan teknologi menghasilkan keuntungan yang sebanding dengan investasi mereka.
Rencana IPO Anthropic dipandang sebagai momentum penting untuk mengukur bagaimana pasar modal menilai perusahaan pengembang model AI. Perhatian investor juga tertuju pada kemungkinan perusahaan sejenis, termasuk OpenAI, memasuki pasar saham pada masa mendatang.
Hingga 27 Oktober 2026, IPO Anthropic masih berada dalam tahap persiapan. Perusahaan belum menyelesaikan pencatatan saham, sehingga nilai transaksi, harga final penawaran, dan kinerja saham setelah pencatatan belum dapat dipastikan.
Perkembangan tersebut menempatkan industri kecerdasan buatan kembali di pusat perhatian pasar keuangan global, sekaligus memperlihatkan persaingan antara prospek pertumbuhan teknologi dan tuntutan investor terhadap profitabilitas perusahaan. []
Redaksi
