IPO EMMI Resmi Dipatok Rp470 per Saham, Siapkan Dana Rp245 Miliar

JAKARTA – PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp245,74 miliar melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dana hasil pelepasan saham tersebut akan difokuskan untuk memperkuat struktur permodalan, membiayai ekspansi usaha, serta mendukung kebutuhan modal kerja perseroan.

Perseroan menetapkan harga penawaran sebesar Rp470 per saham dengan menawarkan sebanyak 522.857.000 saham baru atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Penjatahan saham dijadwalkan berlangsung pada 6 Juli 2026, distribusi saham pada 7 Juli 2026, serta pencatatan perdana di BEI pada 8 Juli 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi, dana yang diperoleh setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk sejumlah kebutuhan strategis. Sebesar Rp50 miliar digunakan untuk membayar sebagian pokok pinjaman perseroan, sekitar 6,4 persen dialokasikan bagi belanja modal pembangunan gedung pabrik di Cikupa, sedangkan sekitar 72,3 persen dimanfaatkan sebagai modal kerja, termasuk pembelian barang untuk proyek soft loan serta pengadaan bahan baku dan persediaan guna menunjang kegiatan operasional.

Direktur Utama (Dirut) PT Esa Medika Mandiri Tbk, Florian Chris Widjaja, menyatakan penguatan permodalan menjadi langkah penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan alat kesehatan. “Penguatan modal kerja dan kapasitas usaha menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan fasilitas kesehatan terhadap alat kesehatan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Cnbc Indonesia, Kamis (02/07/2026).

Proses IPO EMMI dijamin menggunakan skema full commitment oleh PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT INA Sekuritas Indonesia selaku penjamin pelaksana emisi efek. Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 2-6 Juli 2026 sebelum saham resmi diperdagangkan di BEI.

Dari sisi kinerja, perseroan mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Laba bersih meningkat menjadi Rp34,13 miliar dibandingkan Rp11 miliar pada tahun sebelumnya, sedangkan penjualan bersih mencapai Rp454,63 miliar.

Pada awal pendiriannya, struktur kepemilikan saham perseroan terdiri atas Surya Gunawan Widjaja sebesar 55 persen, Eddy Lie sebesar 35 persen, dan Andre Fajar Surya Gunawan sebesar 10 persen. Dengan tambahan modal dari pasar modal, perseroan berharap kapasitas produksi dan pengembangan usaha dapat terus meningkat untuk memenuhi permintaan sektor kesehatan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *