Jadwal Kapal Sabang–Banda Aceh 24 Oktober 2026, KMP BRR Berangkat Empat Kali
SABANG – Masyarakat yang hendak menyeberang antara Sabang dan Banda Aceh pada Sabtu, 24 Oktober 2026, perlu menyesuaikan waktu perjalanan dengan empat jadwal keberangkatan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) BRR. Kapal ini menjadi armada utama yang melayani penumpang sekaligus kendaraan setelah KMP Aceh Hebat 2 menjalani perawatan rutin.
Kapal milik layanan penyeberangan tersebut beroperasi melalui Pelabuhan Balohan di Sabang dan Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh. Perjalanan menggunakan kapal roll-on/roll-off (RoRo) atau kapal feri memerlukan waktu sekitar dua jam, bergantung pada kondisi pelayaran.
General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Mochamad Haryanto, menerangkan jadwal keberangkatan KMP BRR untuk kedua arah pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Dari Pelabuhan Balohan, Sabang, menuju Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, kapal dijadwalkan berangkat pukul 08.00 WIB dan 14.00 WIB. Sementara itu, keberangkatan dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju Pelabuhan Balohan dijadwalkan pukul 11.00 WIB dan 17.00 WIB.
Jadwal tersebut perlu diperhatikan oleh penumpang yang membawa kendaraan karena kapal feri melayani angkutan orang dan kendaraan, berbeda dengan kapal cepat yang hanya mengangkut penumpang. Informasi jadwal ini sebagaimana diwartakan RRI, Sabtu, (24/10/2026).
Tarif penumpang kelas ekonomi dewasa ditetapkan Rp35.000 per orang, sedangkan tiket bayi sebesar Rp4.200. Untuk kelas VIP, tarif anak-anak Rp46.000 dan dewasa Rp58.000.
Pengguna jasa yang membawa kendaraan juga perlu memperhitungkan biaya penyeberangan. Tarif sepeda motor sebesar Rp68.000 per unit, termasuk tiket pengendaranya. Sementara itu, tarif mobil mencapai Rp457.000 per unit, termasuk lima penumpang, sedangkan bus dikenakan tarif Rp985.000 per unit yang sudah mencakup 16 penumpang.
KMP Aceh Hebat 2 saat ini belum melayani rute tersebut karena sedang menjalani perawatan rutin. Dengan demikian, KMP BRR menjadi kapal utama untuk mengakomodasi perjalanan reguler pada kedua arah. Jika terjadi lonjakan penumpang, layanan penyeberangan dapat dibantu KMP Papuyu.
Pengguna jasa perlu mengantisipasi kemungkinan perubahan waktu keberangkatan karena jadwal kapal dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca di perairan Sabang–Banda Aceh. Memeriksa informasi terbaru sebelum berangkat dapat membantu penumpang mengatur waktu perjalanan dan mengurangi risiko tertinggal kapal. []
Redaksi01
