Jamkrindo Catat Penjaminan Rp247 Triliun, IFG Soroti Dampak ke UMKM

JAKARTA – Kinerja PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) sepanjang 2025 dinilai memperkuat fondasi inklusi keuangan nasional, setelah perusahaan mencatatkan penjaminan ratusan triliun rupiah serta menjangkau jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi di seluruh Indonesia.

Apresiasi tersebut disampaikan Indonesia Financial Group (IFG) sebagai induk holding, yang menilai capaian Jamkrindo tidak hanya mencerminkan ketahanan bisnis, tetapi juga kontribusi nyata terhadap ekonomi sosial. Hal ini sebagaimana diberitakan Kabar Bumn, Sabtu, (18/04/2026).

Sebagai bagian dari holding IFG dan ekosistem Danantara Indonesia, Jamkrindo mencatatkan volume penjaminan mencapai Rp247,57 triliun sepanjang 2025. Selain itu, lebih dari 5,56 juta UMKM dan koperasi telah mendapatkan akses penjaminan, memperluas jangkauan layanan keuangan yang inklusif.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menyatakan capaian tersebut mencerminkan keberhasilan strategi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan.
“IFG mengapresiasi kinerja Jamkrindo yang tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga konsisten dalam mendampingi UMKM agar naik kelas dan berdaya saing. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dari sisi keuangan, Jamkrindo membukukan laba bersih sebesar Rp1,05 triliun dengan total aset mencapai Rp30,86 triliun. Kinerja ini didukung oleh penerapan manajemen risiko yang disiplin di tengah meningkatnya aktivitas penjaminan kredit.

Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Krisna Johan, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat peran strategis di sektor penjaminan nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung strategi IFG dalam memperkuat ekosistem penjaminan dan pembiayaan nasional.”

“Melalui penguatan layanan penjaminan dan program pemberdayaan, Jamkrindo akan terus mendorong UMKM dan koperasi agar tumbuh berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian,” ujar Krisna.

Selain memperluas akses pembiayaan, Jamkrindo juga menjalankan berbagai program pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas usaha pelaku UMKM. Program tersebut mencakup akses pasar yang lebih luas hingga penguatan inklusivitas bagi perempuan dan penyandang disabilitas.

IFG menilai peran Jamkrindo selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional melalui pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. []

Penulis: Amalia R | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *