Jelang MotoGP Mandalika 2026, Mataram Siapkan 4.000 Kamar Hotel

MATARAM – Pemerintah Kota Mataram mengingatkan pelaku usaha akomodasi agar tidak menaikkan tarif kamar secara berlebihan menjelang ajang balap internasional MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026. Langkah itu dilakukan untuk menjaga wisatawan tetap mendapatkan pilihan penginapan dengan harga yang wajar di tengah potensi lonjakan permintaan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan pihaknya telah mengonsolidasikan pelaku usaha akomodasi, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Asosiasi Hotel Mataram (AHM). Konsolidasi tersebut diarahkan untuk menyepakati batas atas tarif yang rasional dan proporsional.

“Kami mengimbau para pengelola akomodasi agar mengedepankan asas kepatutan dan tidak memanfaatkan momentum event untuk meraup keuntungan secara berlebihan,” katanya di Mataram, Kamis (24/09/2026), sebagaimana dilansir Antara.

Menurut Cahya, pemerintah tidak hanya mengandalkan hotel berbintang untuk menampung wisatawan dan penonton MotoGP. Saat ini tersedia sekitar 3.000-4.000 kamar di Mataram dari berbagai kelas akomodasi, termasuk hotel melati.

“Kesiapan kamar hotel kami di Mataram saat ini sekitar 3.000-4.000 kamar,” katanya.

Ketersediaan kamar tersebut diperkirakan masih bertambah seiring beroperasinya sejumlah akomodasi baru. Kondisi itu menjadi salah satu opsi bagi wisatawan untuk memperoleh tempat menginap di tengah meningkatnya kebutuhan kamar selama penyelenggaraan MotoGP.

Dispar Mataram juga meminta calon penonton dan wisatawan berhati-hati terhadap spekulan atau perantara akomodasi yang menawarkan kamar dengan harga jauh di atas kewajaran. Pemerintah menilai praktik tersebut berpotensi merugikan konsumen sekaligus berdampak terhadap citra pariwisata daerah.

Cahya mengatakan wisatawan memiliki sejumlah alternatif penginapan sehingga tidak harus menerima tawaran dengan harga yang dinilai tidak realistis.

“Kami punya banyak pilihan yang tersedia, termasuk hotel melati. Jika tarif yang ditawarkan pihak perantara dinilai tidak realistis, bisa cari alternatif lain,” katanya.

Pemerintah berharap koordinasi dengan pelaku usaha dan kewaspadaan wisatawan dapat menjaga iklim usaha akomodasi tetap sehat selama gelaran MotoGP. Dengan pilihan kamar yang beragam dan tarif yang proporsional, lonjakan kunjungan diharapkan memberikan manfaat bagi sektor pariwisata Mataram tanpa membebani wisatawan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *